Asal Mula Lagu Kembar Anies-Sandi dan Musisi Yahudi

Asal Mula Lagu Kembar Anies-Sandi dan Musisi Yahudi

Asal Mula Lagu Kembar Anies-Sandi dan Musisi Yahudi

Media sosial diramaikan dengan kemiripan lagu kampanye yang digunakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi, dengan lagu milik musisi Yahudi asal Israel, Gad Gaston Elbaz, yang berjudul Hashem Melech.

Lagu kampanye Anies-Sandi yang berjudul Mari Kobarkan Semangat tersebut sudah dirilis sejak 2016 lalu di laman Youtube.

Nyanyian up-beat itu kemudian digunakan oleh pasangan calon nomor tiga tersebut dalam setiap kampanye yang dilakukan oleh Anies-Sandi selama masa Pilkada DKI. Berikut lagu Mari Kobarkan Semangat.

https://youtu.be/AKM95xRT-lA

Lagu itu sendiri mengadopsi lagu Kobarkan Semangat Indonesia yang dipublikasikan oleh partai berbasis dakwah itu sejak 2014 ketika dipimpin oleh Anis Matta.

Kobarkan Semangat Indonesia digunakan dan disenandungkan ketika Presiden PKS era 2013-2015 itu berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya untuk menemui kader partai tersebut.

Namun baik lagu yang digunakan oleh Anies-Sandi dan PKS sendiri memiliki kemiripan cukup banyak dengan lagu yang milik musisi Yahudi asal Israel, Gad Elbaz yang berjudul Hashem Melech.

Kemiripan mulai dari bagian intro hingga chorus dengan tempo dan ketukan yang senada.

Lagu Hashem Melech itu dirilis sebagai single pada 2013 dengan bahasa Hebrew yang bermakna Tuhan adalah Raja. Video klip lagu itu dirilis di Youtube pada 23 Januari 2016.

Namun, Elbaz mengakui bahwa nada lagu tersebut terinspirasi dari lagu milik musisi Aljazair, Khaled, yang berjudul C’Est La Vie yang bermakna It’s Life.

Khaled menulis dan merilis lagu tersebut pada 2 Juli 2012 dari album berjudul sama. Lagu berbahasa Perancis dan Arab itu mendapatkan respons positif karena irama yang semangat dan menjadi hits di Negeri Napoleon di tahun yang sama.

C’Est La Vie memiliki dua bahasa dalam liriknya, yaitu bahasa Arab Aljazair dengan chorus yang dinyanyikan dalam bahasa Perancis.

Bukan hanya di Perancis, lagu C’Est La Vie juga menjadi populer di Belgia, Slovakia, Belanda, Romania, Swedia, Swiss, serta Kanada.

C’Est La Vie tercatat terjual lebih dari satu juta kopi di pasar Eropa hanya dalam waktu dua bulan. Lagu ini juga terjual lebih dari 2,2 juta kopi di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta 200 ribu kopi di Amerika Utara, dan diperkirakan terjual 4,6 juta kopi di seluruh dunia.

PKS sendiri melalui Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid membantah telah menjiplak lagu dari musisi Yahudi dan menganggap informasi yang viral di media sosial itu sebagai fitnah.

 

 

Sumber berita Asal Mula Lagu Kembar Anies-Sandi dan Musisi Yahudi : cnnindonesia.com