Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Ini Penyebab Utamanya

 

Rupiah dan IHSG kompak melemah kembali menjadi ramai di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Di pasar saham, IHSG bergerak tertekan seiring meningkatnya aksi jual di berbagai sektor unggulan.

Di saat yang sama, rupiah juga melemah terhadap dolar AS yang kembali menunjukkan kekuatan di pasar global.

Salah satu faktor paling dominan datang dari kebijakan moneter Amerika Serikat melalui Federal Reserve.

Ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan membuat dolar menjadi aset yang semakin menarik bagi investor global. Aliran dana pun bergerak keluar dari pasar negara berkembang.

Kenaikan yield obligasi AS turut memperkuat tekanan tersebut. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat investor global lebih memilih aset berbasis dolar.

Dibandingkan instrumen berisiko di pasar saham negara berkembang. Kondisi ini menambah tekanan pada arus modal asing di Indonesia.

Namun disisi lain, faktor domestik juga memberi kontribusi terhadap pelemahan ini.

Kebutuhan impor yang meningkat membuat permintaan dolar di dalam negeri ikut naik.

Ketidakseimbangan antara arus masuk dan keluar valuta asing membuat rupiah lebih rentan terhadap tekanan.

Sentimen investor pun cenderung defensif. Dalam kondisi seperti ini, pasar lebih sensitif terhadap kabar negatif dan cepat melakukan aksi ambil untung.

Hal ini terlihat dari pergerakan sektor-sektor besar di IHSG yang mudah berbalik arah ketika sentimen global berubah.

Baca juga: Kabar baru, KAI buka lowongan penjaga kereta gaji Rp4 juta