Satpol PP pukuli mahasiswa sedang demo jalan rusak didepan kantor Gubernur NTB
Banyak mahasiswa yang bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram (HIMSI) di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat berakhir dengan kericuhan.
Sebelum situasi memanas, mahasiswa berlangsung damai. Mahasiswa menggelar unjuk rasa sambil membawa poster tuntutan dan membakar ban di depan gerbang kantor gubernur.
Mereka menyuarakan kemarahan atas kondisi di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, yang disebut sudah puluhan tahun terabaikan tanpa sentuhan pembangunan berarti.
“Sudah 30 tahun jalan Soromandi tidak diperhatikan,” katanya.
Para mahasiswa juga menyoroti minimnya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk infrastruktur di Kabupaten Bima.
Juga mempersoalkan ketimpangan pembangunan yang dinilai terlalu terpusat di Pulau Lombok dibanding wilayah Bima dan sekitarnya.
Koordinator lapangan Hegel menegaskan bahwa aksi semacam ini bukan yang pertama kali.
Mahasiswa bahkan pernah memblokir jalan Soromandi selama tiga hari sebagai bentuk protes yang lebih keras.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa tekanan dan ancaman tidak akan menyurutkan langkah mereka.
“Kami tidak takut. Kawan-kawan kami pernah dipenjara,” katanya.
Ketegangan pun mulai merambat ketika massa menuntut Gubernur NTB turun langsung menemui mereka.
Setelah sekitar 30 menit-an menunggu tanpa ada respons, mahasiswa itu nekat menerobos masuk ke area kantor gubernur melalui pintu selatan.
Mereka membuka paksa pembatas jalan, membuat aksi saling dorong dengan petugas yang berjaga sehingga situasi benar-benar memanas.

