Teheran Ajukan Proposal Berisi 14 Poin Ke AS, Untuk Mengakhiri Konflik di Iran dan Lebanon
Dalam proposal yang disampaikan pada Kamis 30 April 2026 itu, Iran menetapkan tenggat waktu negosiasi sesama 30 hari untuk mencapai percepatan menyeluruh, mulai dari pembukaan kembali Selat Hormuz hingga pencabutan blokade maritim secara permanen.
Iran secara tegas menolak usulan Washington sebelumnya yang menginginkan gencatan senjata selama dua bulan.
Teheran menuntut penyelesaian yang lebih cepat dan substantif, mencakup jaminan non agresi, penarikan pasukan musuh, pembebasan aset yang dibekukan, serta penghapusan sanksi ekonomi.
Fokus utama Iran adalah penghentian perang secara total, bukan sekadar memperpanjang jeda pertempuran.
Presiden AS Donald Trump menngatakan telah menerima pengarahan mengenai “konsep kesepakatan” tersebut, namun ia merespons dengan nada skeptis.
“Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi,” katanya.
Trump bahkan meragukan proposal itu akan memenuhi standar AS. Ia menulis bawa dirinya “tidak bisa membayangkan hal itu akan dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap Kemanusiaan, dan dunia, selama 47 tahun terakhir.”
Di sisi lain, situasi lapangan tetap tegang, Meskipun gencatan senjata yang dimulai 7 April masih bertahan, Korps Garda Revolusi Islan (IRGC) tetap dalam posisi siaga penuh.

