Umat Islam Jangan Mau Dikibulin

Umat Islam Jangan Mau Dikibulin

Umat Islam Jangan Mau Dikibulin

Hanya di Jakarta dan sekitarnya sejumlah kelompok Islam pada ribut soal “Al-Maidah”. Buka mata kalian lebar-lebar bila perlu sampai melolok, jembreng telinga kalian lebar-lebar, masyarakat Muslim di negara-negara lain sama sekali tidak menyinggung soal ini dalam masalah politik-pemerintahan karena mereka tahu ayat itu tidak ada relevansinya dengan pemilihan “pemimpin daerah/negara”.

Oleh karena itu tidak heran jika ada sejumlah negara/kawasan Muslim yang memiliki kepala daerah/negara non-Muslim seperti yang sudah sering saya tulis. Bukan hanya non-Muslim saja, Sunni-Syiah juga sering berbagi peran gantian seperti di Libanon dan Pakistan. “Rezim Buttho” di Pakistan adalah contoh “rezim Syiah” yang berkuasa di negara yang mayoritas berpenduduk Sunni.

Jadi, saya melihat di Jakarta, masyarakat Muslim itu dibodohin secara berjamaah dan digiring seperti bebek kwek-kwek, oleh sejumlah kelompok kepentingan: oleh para aktor politik yang ngebet kekuasaan, oleh para pengusaha yang rakus dagangan, dan oleh para tokoh agama yang nyambi jadi makelar politik. Itu saja.

Kalian, rakyat kecil, itu dikibulin oleh mereka dengan diiming-imingi surga kalau memilih paslon Muslim dan ditakut-takuti masuk neraka kalau memilih paslon non-Muslim. Sadar gak sih lu Mat, kalau kalian cuma jadi “kayu bakar” dan “alat pijakan” mereka belaka. Kalian sudah capek-capek kehujanan-kepanasan demo berjilid-jilid sampai suara kalian habis karena sering teriak “aseng-kapir”. Tapi percayalah kalian gak akan dapat apa-apa, selain nasbung sama semur jengkol dan ikan teri tentunya hehe.

Apakah kalian mengharap masuk surga kelak? Yang “punya” surga itu umat Hindu, Muslim itu punyanya “jannah”. Jadi ya gak mungkin masuk surga kalian Mat, kecuali surganya nenek lu hehe.

( Baca : Surga itu ajaran Hindu )

H. Sumanto Al Qurtuby, dosen di King Fahd University for Petroleum and Gas, Arab Saud

 

 

Sumber berita Umat Islam Jangan Mau Dikibulin : suara Islam