Presiden Korea Utara siap kirim rudal kepada Iran untuk hancurkan Israel
Presiden Korea Selatan, Kim Jong-un menyatakan kesiapan negaranya untuk mangirim rudal kepada Iran jika diminta.
Ia juga bahkan melontarkan pernyataan keras bahwa satu rudal saja dinilai cukup untuk menyelamkan negara Israel.
“Satu rudal saja cukup untuk menghapus Israel,” kata Kim.
Pernyataan itu langsung muncul setelah serangan gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap negara Iran.
Pyongyang mengecam aksi militer itu sebagai tindakan ilegal serta pelanggaran terhadap kedaulatan Teheran.
Korea Selatan memandang eskalasi konflik ini bukan sekadar tekanan militer Washington terhadap negara yang dianggap bermusuhan, melainkan juga serangan terhadap mitra diplomatik dan militernya yang telah lama menjalin hubungan dengan Pyongyang.
Sebelumnya, dalam kongres Partai Buruh Korea, Kim sempat memberi sinyal keterbukaan untuk berdialog dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Namun, serangan terhadap negara Iran disebut mengubah kembali sikap Korea Utara.
Pada tanggal 1 Maret 2026, kurang dari sehari setelah serangan dimulai, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memulai juru bicara yang tidak disebutkan namanya mengeluarkan pernyataan resmi.
Para analis menilai penggunaan juru bicara anonim memberi ruang bagi kepemimpinan untuk menyampaikan pesan yang lebih tegas jika situasi semakin memanas.

