3.000 dapur MBG resmi ditutup Prabowo, ini alasan baliknya
3.000 dapur MBG ditutup oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi langkah lanjutan dari evaluasi besar terhadap program layanan pangan nasional tersebut.
Kebijakan ini diambil setelah ditemukan berbagai kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan yang dinilai cukup serius.
Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
“Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” kata Prabowo.
Ia juga meminta anggota DPR hingga kepala daerah untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap SPPG di berbagai daerah.
“Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota DPR, bupati di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan kita tindak,” kata Prabowo.
Penutupan ribuan dapur itu dilakukan secara bertahap setelah pemerintah menerima laporan dari berbagai daerah.
Laporan tersebut menyoroti ketidakkonsistenan standar pelayanan, mulai dari kualitas makanan, pengelolaan dapur, hingga distribusi ke penerima manfaat.
Sejumlah dapur diketahui belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan sejak awal program berjalan.
Kondisi ini membuat efektivitas MBG dibahas karena tujuan utama peningkatan layanan pangan tidak berjalan optimal di seluruh wilayah.
Selain itu, faktor koordinasi antarinstansi juga menjadi salah satu sorotan.
Perbedaan kesiapan daerah membuat implementasi program tidak seragam, sehingga menimbulkan kejanggalan layanan di lapangan.
Pemerintah kemudian menilai perlunya penataan ulang agar program tidak hanya berjalan secara administratif, namun juga benar-benar memberikan dampak nyata.
Penutupan 3.000 dapur ini disebut sebagai bagian dari proses perbaikan sistem secara menyeluruh.
Meski banyak dapur ditutup, program MBG tidak dihentikan sepenuhnya.
Pemerintah masih melanjutkan program dengan fokus pada dapur yang memenuhi standar dan memiliki pengelolaan yang lebih baik.

