Hotman curhat pernah pura-pura gila demi hindari denda
Di balik kesuksesannya sebagai pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea ternyata menyimpan kisah hidup yang penuh lika-liku.
Salah satunya adalah aksi nekatnya berpura-pura gila demi bisa keluar dari Bank Indonesia (BI) tanpa dikenai denda.
Cerita itu diungkap langsung oleh Hotman Paris dalam sesi Energy of Syccess pada live streaming HUT ke-74 BNI.
Hotman mengisahkan bagaimana masa kerjanya di BI justru menjadi periode paling kelam dalam hidupnya.
Ia mengaku tidak cocok dengan lingkungan birokrasi dan merasa kesulitan menjadi materi pembelajaran di BI yang banyak membahas akuntansi. Tekanan itu lah yang membuat nyaris putus asa.
“Di situlah pas saya di BI adalah hidup yang hampir kelam, bahkan hampir sempat untuk bunuh diri akibat stres dengan meminum obat nyamuk. Banyak yang buat stres, karena hampir setiap pembelajaran di BI itu saya nggak pernah hadir, akhirnya saya dianggap jadi murid tergagal,” kata Hotman.
Titik balik datang saat ia mendengar suara tukang becak yang sedang tertawa.
Dari situlah niatnya untuk mengakhiri hidup surut dan berganti dengan tekad bulan untuk menjadi pengacara internasional.
Namun untuk mewujudkan tekad itu, ia harus keluar dari BI terlebih dahulu.
Masalahnya, keluar sembarangan akan dikenai denda. Hotman pun memilih jalan yang tidak biasa yaitu berpura-pura gila.
“Saya tuh harus menjadi seperti Mr. Bean, kalau ditanya nama pun saya nggak bisa jawab nama saya siapa. Jadi ketika ditanya sama Direkturnya itu saya cuma nunduk aja, jadi dikira sakitnya udah parah,” jelas Hotman Paris.
Aksi itu berhasil. Hotman Paris pun lolos dari BI tanpa kena denda dan segera bergabung dengan law firm milik Nono Makarim, ayah dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.
Nah, disitulah ia mendapatkan tekadnya menjadi pengacara internasional.

