YouTube kena tegur Komdigi gara-gara konten vape milik Bigmo
Pemerintah menilai tayangan tersebut perlu mendapat perhatian karena berhubungan dengan perlindungan anak di ruang digital.
Konten yang menampilkan promosi vape tersebut memicu respons dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Komdigi kemudian menyampaikan teguran kepada pihak YouTube agar lebih memperhatikan pengawasan terhadap konten yang beredar di platformnya.
Menurut Komdigi, setiap penyedia layanan digital memiliki tanggung jawab untuk memastikan konten yang tersedia tidak memberikan dampak negatif, terutama bagi pengguna yang masih berusia anak-anak.
Pengawasan dinilai penting agar materi yang memiliki batasan tertentu tidak mudah dijangkau oleh kelompok yang belum sesuai.
“Anak-anak harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi di ruang digital. Konten yang melibatkan anak untuk mempromosikan produk vape jelas bertentangan dengan semangat perlindungan anak dan tidak sepatutnya mendapat ruang di platform digital,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, Minggu 2 Agustus 2026.
Kasus ini menjadi perhatian karena platform digital saat ini memiliki jangkauan yang sangat luas.
Sebuah unggahan dapat dilihat oleh banyak kalangan dalam waktu singkat, sehingga diperlukan kehati-hatian dari kreator maupun penyedia layanan.
Komdigi juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat.
Tidak hanya platform, para pembuat konten juga diharapkan memahami aturan yang berlaku ketika membagikan materi kepada publik.
Sementara itu, YouTube menjadi salah satu platform yang terus diminta untuk meningkatkan sistem pengawasan terhadap berbagai jenis konten.
Langkah tersebut diperlukan agar konten yang berisiko memberikan pengaruh buruk dapat ditangani dengan lebih cepat.

