Nasional

ACTA Laporkan Komisioner KPU Sebut Cuitan Andi Arief Didesain ke DKPP

ACTA Laporkan Komisioner KPU Sebut Cuitan Andi Arief Didesain ke DKPP

Komisioner KPU Pramono Ubaid dilaporkan oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pramono dilaporkan terkait pernyataannya yang menyebut Andi Arief telah mendesain pilihan kata dalam cuitan ‘7 kontainer surat suara tercoblos’ agar tak dituduh sebagai penyebar hoax.

“Alhamdulillah laporan kita hari ini diterima, ini terkait dengan laporan kita kepada salah satu komisioner KPU, bapak Pramono Ubaid. Sehubungan dengan statement teradu, berkaitan dengan twitter Bang Andi Arief masalah surat suara ke coblos. Kami melihat bahwa Komisoner KPU yaitu Bapak Pramono telah mengeluarkan statement yang di luar pada tupoksi KPU sendiri,” kata Wakil Ketua Umum ACTA Hendarsam Marantoko di Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Menurut Hendarsam, Pramono sudah melampaui tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai Komisioner KPU karena menilai cuitan Andi Arief. Ia menganggap polisi lah yang berwenang untuk menentukan apakah itu dedesain atau tidak oleh Andi Arief.

“Menilai bahwa apa Twitter dari Pak Andi Arief itu sudah dibuat terencana merupakan tugas dari kepolisian,” ujarnya.

Selain itu menurutnya pernyataan tersebut tendensius dan menyudutkan Andi Arief yang merupakan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Ia membawa sejumlah bukti dari media massa terkait pernyataan Pramono tersebut.

Ia mengatakan Pramono dinilai melanggar Pasal 8 huruf c peraturan DKPP nomor 2 tahun 2017, jo pasal 10 huruf d peraturan bersama KPU, Bawaslu, DKPP nomor 13 tahun 2012 nomor 11 tahun 2012, nomor 1 tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

Sebelumnya diberitakan, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ikut meramaikan informasi tujuh kontainer surat suara tercoblos dengan meminta KPU melakukan pengecekan. KPU menyebut Andi telah mendesain pilihan kata dalam cuitan itu agar tak dituduh sebagai penyebar hoax.

“Ya kalau menurut saya, itu bagian dari strategi dia untuk menghindar dari tanggung jawab,” ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). Pernyataan Pramono ini menanggapi pembelaan Andi Arief yang mengaku cuitannya hanya meminta KPU memverifikasi kabar 7 kontainer surat suara tercoblos.

Menurut Pramono, Andi sengaja memilih kalimat dalam cuitannya agar tidak menjadi pihak tertuduh menyebarkanhoax. Pramono juga menduga Andi telah menyiapkan kalimat dalam cuitannya secara matang.

“Memang pilihan katanya sudah didesain, sudah dipikirkan secara matang agar dia tidak dituduh menyebarkan hoax,” ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

 

 

Baca juga : Ditanya Siapa 2 Anggota TNI yang Bantu, Andi Arief: Tanya Sama Tembok

 

 

Sumber berita ACTA Laporkan Komisioner KPU Sebut Cuitan Andi Arief Didesain ke DKPP : detik

Mister

Recent Posts

Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali

Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…

15 jam ago

Ramai Jokowi Dikabarkan Bakal Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…

15 jam ago

Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas

Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…

15 jam ago

Publik Penasaran, Ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang Anak

Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…

19 jam ago

Nanik Ungkap rencana coret Anak Orang Kaya dari Program MBG

Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…

2 hari ago

Pemadaman Listrik Bukan Akibat Batu Bara Langka, Kata Bahlil

Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…

2 hari ago

This website uses cookies.