Andi Arief Sindir Kalah Memang Menyakitkan, Apalagi Berkali-kali
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melontarkan pernyataan bernada sindiran melalui akun Twitter @AndiArief_. Dia mengatakan kekalahan memang menyakitkan, apalagi jika dialami berulangkali.
Namun, Andi tidak menyinggung nama seseorang dalam pernyataannya.
“Kekalahan itu memang menyakitkan, apalagi berkali-kali,” ujar Andi melalui akun Twitter-nya pada Jumat (17/5).
Meski tidak menyebut nama seseorang dalam cuitannya, banyak yang merasa perkataannya itu merujuk kepada capres nomor urut 01 Prabowo Subianto. Hal itu nampak dari kolom komentar, tidak sedikit yang mengomentari dengan kata-kata sinis.
Bahkan, ada yang menuding pernyataan Andi semakin memperjelas posisi Demokrat, yakni bakal bergabung dengan Koalisi Joko Widodo – Ma’ruf Amin.
“Mendingan kalah terhormat daripada jadi pengkhianat demi jabatan,” tutur akun bernama @ViviTanxx mengomentari.
Andi tidak menanggapi komentar pedas yang diterimanya. Dia justru mencuit hal lain yang juga tersirat nada sindiran. Sama seperti sebelumnya, Andi juga tidak menyinggung seseorang.
“Kalau kita kalah, periksa diri sendiri kenapa bisa terjadi. Jangan – jangan memang kita tidak tahu bagaimana memenangkan pertarungan,” cuit Andi.
Walau tak menyinggung seseorang, pada cuitan yang diunggah beberapa jam sebelumnya Andi menceritakan pernah mempertemukan Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana membicarakan persatuan pada 2009. Cuitan itu kemungkinan merujuk ke momen Pemilihan Presiden 2009.
Saat itu Prabowo merupakan calon wakil presiden bersama Megawati Sukarnoputri yang mencalonkan sebagai presiden. Mega-Prabowo kalah dari pasangan SBY-Boediono yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2009 – 2014.
Baca juga: Andi Arief Berkicau Soal Pidato Prabowo: 02 Pasti Kalah Serta Tak ke MK
Sumber Berita Andi Arief Sindir Kalah Memang Menyakitkan, Apalagi Berkali-kali: Cnnindonesia.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.