Nasional

Anggota DPR Pantang Menyerah Demi Gedung Baru DPR

Anggota DPR Pantang Menyerah Demi Gedung Baru DPR

Dalam hal memperjuangkan pembangunan gedung baru, anggota Dewan Perwakilan Rakyat bisa dibilang gigih dan tak kenal menyerah. Berulang kali minta gedung baru dan fasilitas tambahan lalu ditolak pemerintah, toh tak membuat legislator mundur.

DPR tetap saja mengusulkan pembangunan gedung baru. Akhir Juli ini, mereka minta gedung baru dan apartemen yang akan dibangun di tanah bekas Taman Ria Senayan, Jakarta yang masih berada di kompleks parlemen.

Saat diminta tanggapannya terkait wacana pembangunan gedung baru DPR dan apartemen, Wakil Presiden Jusuf Kalla balik bertanya. Wapres JK lebih dulu meminta juru warta mengingat kembali bahwa 5 tahun lalu pemerintah mengeluarkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk rehabilitasi kompleks rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.

“Masih ingat kan? Ratusan miliar digunakan untuk merehabilitasi rumah-rumah di DPR sehingga jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata JK kepada wartawan di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Gedung Nusantara I yang diklaim miring 7 derajat Foto: Gedung Nusantara I yang diklaim miring 7 derajat

JK pun meminta anggota DPR menempati rumah dinas yang telah disiapkan dan direnovasi tersebut ketimbang minta apartemen. Menurut dia, sayang anggaran ratusan miliar yang digunakan untuk renovasi akan terbuang sia-sia jika apartemen untuk anggota DPR tetap dilanjutkan.

Terkait wacana pembangunan gedung baru DPR, Wapres JK juga mengisyaratkan pemerintah tak bisa memenuhi. Alasannya saat ini pemerintah masih dalam moratorium pembangunan gedung baru.

Bukan kali ini saja, DPR mendapat penolakan setiap kali akan meminta gedung baru. Dalam catatan detikcom usulan pembangunan gedung baru itu sudah muncul sejak 2006. Alasannya ruang yang tersedia tak lagi mampu menampung 560 anggota DPR dan staffnya.

Gedung Nusantara I yang diklaim miring 7 derajat Foto: Gedung Nusantara I yang diklaim miring 7 derajat

Usulan tersebut ditindaklanjuti oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dengan menyusun grand design kompleks parlemen. Pada Oktober 2008, sekretariat jenderal DPR melakukan lelang konsultan untuk mereview masterplan, AMDAL dan audit struktur gedung.

Tahun 2009 Sekretariat Jenderal DPR menyodorkan konsep gedung dengan desain huruf U terbalik. Terdiri atas 36 lantai, lengkap dengan kolam renang, pusat kebugaran, dan spa. Tak pelak, usulan ini pun membuat gaduh lantaran biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 1,6-1,8 triliun. Biaya untuk satu ruang anggota dengan luasan 100 meter persegi mencapai Rp 800 juta atau seharga satu rumah mewah di kota Solo, Jawa Tengah kala itu.

DPR mewacanakan pembangunan apartemen di lahan kawasan Taman Ria Senayan. Anggaran yang diusulkan Rp 5,7 triliun untuk 2018. Alasannya, gedung lawas DPR miring 7 derajat.

Pada April 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pembangunan gedung DPR baru tak dilanjutkan jika tak mendesak. DPR tetap melobi agar pembangunan gedung dilanjutkan dengan menurunkan anggaran menjadi Rp 1,13 triliun. Namun penolakan dari masyarakat terus berlanjut. Sebulan kemudian Ketua DPR Marzuki Alie membatalkan proyek pembangunan gedung tersebut.

Nyatanya, upaya mengusulkan pembangunan gedung baru tak hilang. Tahun 2014 dari Rp 27 triliun anggaran yang diajukan, DPR mengusulkan Rp 2,7 triliun di antaranya digunakan untuk membangun gedung baru.

Namun setahun kemudian, muncul usulan dari DPR untuk membangun 7 megaproyek di dalam kompleks parlemen. Lagi-lagi publik menolak 7 megaproyek tersebut.

Lahan bekas Taman Ria Foto: Rengga Sancaya/detikcom

DPR kemudian menurunkan jumlah proyek dari semula 7 menjadi 3. Namun anggaran yang dibutuhkan tetap mencapai Rp 2,08 triliun itu. Perinciannya untuk renovasi dan pengembangan kompleks kawasan parlemen mendapat jatah anggaran sebesar Rp 1.592.433.500.000.

Sementara untuk pembangunan alun-alun demokrasi dan basement buat visitor center dijatah Rp 478.604.000.000. Anggaran ini diajukan secara tahun jamak atau multiyears. Pemerintah tak menyetujui megaproyek tersebut lantaran masih dalam moratorium pembangunan gedung.

(Baca juga : FAHRI HAMZAH SEBUT HAL YANG MULIA BANGUN APARTEMEN UNTUK ANGGOTA DPR RI)

 

Sumber Berita Anggota DPR Pantang Menyerah Demi Gedung Baru DPR : Detik.com

Mister

Recent Posts

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Ditahan terkait Dugaan Korupsi

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…

2 jam ago

Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift

Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…

13 jam ago

Tombol SOS Tak Sengaja Tertekan, Penumpang Langsung Panik

Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…

14 jam ago

Minta Uang Beli Narkoba, Pemuda ini Diduga Aniaya Ibu Kandung

Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…

23 jam ago

Kabar Duka, Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal

Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…

24 jam ago

RI Bangga, Raharjati Nursamsa Raih Perak di Santiago 2026

RI Bangga, Raharjati Nursamsa raih perak di Santiago 2026 Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa,…

1 hari ago

This website uses cookies.