Anies Baswedan Kritik Kalimat ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’
Gubernur terpilih Anies Baswedan mengatakan, jargon ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’ yang marak digaungkan belakangan ini dirasa kurang tepat. Jargon tersebut awalnya dipopulerkan oleh Presiden Joko Widodo.
“Spiritnya bagus, tapi secara tata bahasa kurang tepat. ‘Kita Indonesia Kita Pancasila’ lebih tepat,” tutur Anies dalam sambutannya dalam acara KAHMI di kediaman Akbar Tanjung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (3/6).
Anies menjelaskan, kalimat ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’ terlihat tidak merangkul satu sama lain. “Kalau pakai kata saya, akan timbul pertanyaan, lalu Anda siapa? Kalau ‘kita’, cenderung bersama-sama dan saling merangkul,” tambahnya.
Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu mengunggah video ‘Saya Pancasila’. Melalui video berdurasi 34 detik tersebut, Jokowi menekankan pentingnya Pancasila sebagai pegangan dan perekat keutuhan bangsa dan negara.
“Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada aliran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara. Saya Jokowi, Saya Indonesia, Saya Pancasila, kalau kamu?”begitu tulis Jokowi di akun Instagram pribadinya, Senin (29/5).
Pekan ini merupakan Pekan Pancasila. Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, pemerintah menggelar serangkaian kegiatan yang terangkum dalam Pekan Pancasila yang akan diselenggarakan mulai tanggal 29 Mei hingga 4 Juni 2017.
Sumber Berita Anies Baswedan Kritik Kalimat ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’ : Kumparan.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.