AS diduga sembunyikan detail perjanjian Iran dari Israel
Media Israel, Channel 12, melaporkan pada Selasa 16 Juni 2026 bahwa pemerintah Israel disebut meminta akses untuk meninjau memorandum kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun, menurut laporan tersebut, permintaan itu ditolak Washington. Akibatnya, Israel disebut “masih belum mengetahui rincian lengkap dari perjanjian” yang dijadwalkan ditandangani di Swiss pada Jumat besok.
Di sisi lain, seorang yang mengetahui persoalan itu mengatakan kepada Anadolu bahwa Tel Aviv sebenarnya tidak pernah mengajukan permintaan tersebut kepada negosiator AS.
Seorang pejabat Amerika juga menyebut laporan itu “tidak akurat” dan menegaskan bahwa Washington tetap berkoordinasi erat dengan mitra regionalnya, termasuk Israel, selama proses negosiasi langsung.
Channel 12 melaporkan media Iran yang menyebut memoderandum itu membuat 14 poin penting.
Di antaranya, penarikan militer Israel dari Lebanon Selatan, pencabutan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz, penghapusan sanksi terhadap Iran, pelepasan aset Iran yang dibekukan, hingga rencana rekonstruksi Iran yang didukung Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan tersebut akan ditandangani di Swiss pada Jumat dan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah penandatanganan.
Namun sampai saat ini, Washington maupun Teheran belum meliris isi lengkap memorandum tersebut ke publik.
Kesepakatan ini muncul di tengah konflik yang terus berlangsung sejak operasi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Sementara itu, pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon selatan dan terus melakukan operasi militer di tengah seruan internasional untuk meredakan ketagangan.
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.