Bahlil Lahadalia dicap ada kemiripan dengan mantan Presiden Jokowi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali ramai di media sosial akibat sejumlah kontroversi kebijakan dan pernyataan yang dinilai problematis.
Gaya kepemimpinannya bahkan disebut memiliki kemiripan kuat dengan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Selanjutnya, direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai rangkaian kontroversi yang melibatkan Bahlil berpotensi merugikan cinta pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Jerry, beberapa klaim Bahlil, mulai dari pemulihan listrik di wilayah bencana Sumatra hingga pengaturan LPG 3 kilogram dan BBM, justru menimbulkan kegaduhan.
Jerry melihat adanya pola kepemimpinan yang menyerupai era Jokowi, yaitu kebijakan yang terkesan soutif di permukaan namun berdampak negatif bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti inkonsistensi dalam pernyataan Bahlil yang dinilai sering berubah-ubah.
Menurutnya Jerry, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Bahlil di sektor energi yang strategis.
Ia bahkan mempertanyakan kelayakan Bahlil untuk tetap memimpin Kementerian ESDM, mengingat sejumlah pernyataan yang dinilai tidak akurat dan membingungkan.
Jerry menambahkan, jika seorang menteri mampu menyampaikan laporan yang keliru hingga menimbulkan polemik di tingkat nasional.
Hal tersebut dapat menjadi sinyal serius bagi stabilitas pemerintahan ke depan.
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.