Barang bukti disebut gaib, sidang ijazah Jokowi jadi rame
Persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Joko Widodo kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 28 Oktober 2026.
Dalam sidang dengan agenda pembuktian dari jaksa penuntut umum (JPU) tersebut, pihak Roy Suryo menyoroti tidak hadirnya ijazah yang menjadi pokok persoalan.
Abdul Gafur Sangadji, selaku kuasa hukum Roy Suryo, menyampaikan keberatan karena dokumen yang dimaksud tidak diperlihatkan oleh jaksa selama persidangan.
Ia menilai kehadiran barang bukti diperlukan untuk menguji kesaksian yang diberikan di hadapan majelis hakim.
Menurut Abdul Gafur, saksi Lechumanan sebelumnya mengaku pernah melihat ijazah S1 milik Jokowi saat mengikuti gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada September 2025.
Karena itu, ia menganggap keterangan tersebut perlu dicocokkan dengan dokumen aslinya.
Dalam pemeriksaan di persidangan, Lechumanan menjelaskan bahwa dirinya melihat ijazah S1 di atas meja.
Ia mengaku tidak mengamati ijazah SMA secara teliti karena lebih berfokus pada dokumen pendidikan tingkat sarjana.
Lechumanan juga menyebut ijazah yang dilihatnya mencantumkan nama Joko Widodo, foto, stempel Universitas Gadjah Mada (UGM), serta tanda tangan pejabat kampus.
Ia menyatakan dokumen tersebut bertahun terbit 1985, sementara foto di dalamnya memperlihatkan sosok dengan rambut agak gondrong dan mengenakan kacamata.
Keterangan itu menjadi bagian dari kesaksian yang disampaikan dalam persidangan.
Namun, kesaksian mengenai dokumen yang pernah dilihat tidak sama dengan pemeriksaan langsung terhadap barang bukti di hadapan hakim.
Abdul Gafur menjelaskan status barang bukti masih gaib karena keberadaannya belum diketahui secara jelas oleh pihaknya.
Ia juga mempertanyakan alasan jaksa tidak membawa ijazah tersebut ke ruang sidang.
Selain itu, pihak Roy Suryo berharap Jokowi dapat hadir langsung dalam persidangan mendatang.
Hujat petir hingga 2 November, BMKG sebut wilayah rawan BMKG mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca…
Kabar Ibu-Anak di madiun dipertanyakan, ini respons tersangka Keluarga DH (30) di Bogor mulai merasa…
Tim Garuda terancam batal away di Timur Tengah, ini kata Erick Ketua Umum PSSI, Erick…
Tak penuhi standar sanitasi, lebih dari 2.000 dapur MBG ditutup Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),…
Viral modus ban kempes, tas pengemudi mobil di Bekasi hilang Kasus dugaan pencurian bermodus pemberitahuan…
Pemerintah siapkan diskon tiket pesawat demi sambut Nataru Pemerintah menyiapkan sejumlah insentif untuk menekan biaya…
This website uses cookies.