Buletin Milik Eks HTI Kaffah Masih Bertebaran dan Dengungkan Khilafah
Pada Jum’at (5 Januari 2018) lalu, buletin Kaffah yang diketahui milik eks HTI lanjutan dari buletin al-Islam sebelumnya, masih beredar di masjid-masjid pada hari Jum’at.
Meskipun HTI dengan ide khilafahnya secara organisasi telah resmi dibubarkan, namun ternyata, melalui buletin tersebut, mereka masih mendengungkan ajaran Khilafah.
“Karena merupakan istilah Islam, Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam sebagaimana shalat, puasa, zakat, haji, dan lainnya. Apalagi menegakkan Khilafah adalah wajib menurut Islam. Bahkan Khilafah merupakan ‘taj al-furud (mahkota kewajiban)’.” Demikian tulis buletin edisi 22 tersebut.
Aneh bin lucu bukan? Bagaimana menyimpulkan Khilafah ajaran Islam, sebab merupakan istilah Islam? Bukankah banyak istilah Islam yang bukan ajaran Islam? Pakai bawa-bawa ‘taj al-furud’ segala. Duh!
Sebagaimana yang pernah diberitakan Dutaislam.com, selain buletin Kaffah, eks HTI juga mengganti nama majalahnya yang sebelumnya bernama Al-Wa’ie menjadi majalah Tsaqafia.
Dengan beredarnya buletin Kaffah yang masih mengajak untuk Ngilafah tersebut, dihimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati memahami tulisan yang ada di dalamnya jika menemukannya. Jangan sampai disebar ulang kepada orang awam.
Tentu dalam hal ini kita berharap besar kepada aparat yang berwenang untuk menindak tegas kepada pembuat dan penyebarnya, karena dapat mengancam keutuhan NKRI. Sebarkan informasi ini biar masyarakat dan aparat banyak mengetahui, sehingga dapat segera ditindak.
Sumber Berita Buletin Milik Eks HTI Kaffah Masih Bertebaran dan Dengungkan Khilafah : Suaraislam.com
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.