Nasional

Buwas: Aparat Terlibat Narkoba itu Pengkhianat, Harus Dihukum Lebih Berat

Buwas: Aparat Terlibat Narkoba itu Pengkhianat, Harus Dihukum Lebih Berat

Ditangkapnya Aiptu SH, oknum Polisi Air (Polair) Pantai Cermin, Sumatera Utara (Sumut) menambah panjang daftar aparat negara yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) menginginkan oknum-oknum yang terlibat dalam jaringan narkoba dihukum lebih berat.

“Kita bicara keterlibatan oknum sebenarnya hukumannya lebih berat. Karena oknum itu sudah jadi pengkhianat negara. Hukumannya harus lebih berat,” tegas Buwas di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (20/7/2017

Kepala BNN Komjen Budi Waseso

Selain oknum aparat keamanan, lanjutnya, selama ini peredaran narkoba di Indonesia melibatkan oknum penjaga lembaga permasyarakatan (lapas). Sebab, Buwas menyebut 50 persen peredaran narkoba terjadi dan dikendalikan dari lapas.

“Saya sampaikan bahwa para pengguna ini nyaman beli di lapas. Jadi selama ini peredaran narkoba 50 persen dikendalikan di lapas. Ini nggak bisa dibantah, kita sudah banyak temukan,” ucap Buwas.

Menurutnya, dengan melibatkan oknum-oknum ini membuat jaringan sindikat narkoba mudah memasukan barang haram tersebut ke Indonesia. “Ini yang kalian lihat ini (tangkapan) dibanding dengan yang masuk itu lebih besar (yang masuk). Mereka ini selalu melibatkan oknum,” tambah dia.

Untuk itu, Buwas berharap semua institusi dan masyarakat bersinergi memerangi peredaran narkoba ini. Karena Indonesia saat ini sudah darurat narkoba.

“Pemberantasan narkoba ini adalah keberhasilan bersama. Soal siapa yang mengeksekusi tidak masalah, ini keberhasilan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya BNN menangkap 10 tersangka peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat sekitar 45 kilogram (kg) di Sumut pada Sabtu (15/7). Salah satu tersangka merupakan oknum Polair berinisial SH itu berdinas di Pantai Cermin, Sumut.

SH mengaku sudah lima kali terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Pantai Cermin. Sekali mengawal dan mengamanakan narkoba, SH mendapat bayaran Rp 125 juta.

 

Baca juga : Ini Rute Penyelundupan Sabu oleh WN Taiwan dari China ke Indonesia

 

 

Sumber berita Buwas: Aparat Terlibat Narkoba itu Pengkhianat, Harus Dihukum Lebih Berat : detik

 

Mister

Recent Posts

Ceramah Habib Alwi Assegaf Diprotes, Inilah Sindiran Sekjen MUI

Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…

11 jam ago

700 BUMN Merugi di Era Prabowo, Penutupan Ditargetkan 2026

700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…

12 jam ago

Andre Taulany dan Amanda Rigby Romantis Saat Liburan di Italia

Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…

21 jam ago

Dedi Mulyadi Serukan Resolusi Jihad Anggaran di Hari Santri 2026

Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…

21 jam ago

Puan Minta Balita Jadi Prioritas Penanganan Bencana Karhutla

Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…

22 jam ago

Yusril Sebut, Korupsi Bikin Pejabat BUMN Takut Ambil Risiko

Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…

2 hari ago

This website uses cookies.