Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Dari Pemeriksaan Polisi, Ucapan Emak-emak di Karawang Atas Inisiatif Sendiri
Polda Jawa Barat telah memeriksa tiga ibu yang diduga menyebarkan kampanye hitam terhadap Jokowi di Karawang, Jawa Barat. Hasilnya, ucapan yang mereka sampaikan saat mendatangi warga dilakukan atas inisiatif sendiri.
“Mereka spontan, memberikan video kemudian menambahkan narasi-narasi secara verbal kepada masyarakat yang diketemui door to door itu. Salah satunya yang viral satu masyarakat itu yang dipengaruhi opininya,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyodi Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).
Dedi menambahkan, ketiganya masing-masing memiliki perannya sendiri-sendiri dalam membuat video tersebut. Dua orang yang menyampaikan secara verbal dan satu orang lainnya merekam video.
“Setelah memvideo baru nanti dia membuat narasi-narasi tambahan, kemudian di-upload ke media sosial,” tambah Dedi.
Saat ini, lanjut Dedi, penyidik Dirreskrimsus Polda Jabar masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya tersangka baru.
“Belum (ada tersangka baru), masih dikembangkan. Kan baru hari ini dilakukan penahanan,” jelasnya.
ES, IP, dan CW dijerat UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Ketiganya diduga terlibat menyebarkan berita palsu terkait kampanye door to door yang mereka lakukan. Saat menemui warga mereka diduga menyebarkan fitnah untuk menyudutkan calon presiden Jokowi. Mereka mengatakan, jika Jokowi terpilih kembali, azan di masjid akan dilarang, pemakaian hijab dilarang, dan pernikahan sesama jenis akan diperbolehkan.
Video kampanye kepada warga itu semula diposting di akun medsos tersangka CW. Namun setelah viral, postingan dan akun medsos itu dihapus.
CW merupakan ketua Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (Pepes) Karawang.
Baca juga : TKN Dorong Polisi Usut Dalang Kampanye Hitam 3 Ibu yang Fitnah Jokowi
Sumber berita Dari Pemeriksaan Polisi, Ucapan Emak-emak di Karawang Atas Inisiatif Sendiri : kumparan
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.