Diantara Ribuan Karangan Bunga di Balai Kota, Ada Bunga Penyusup
Di tengah ribuan karangan bunga untuk Gubernur-Wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat, terselip satu karangan bunga berukuran besar. Karangan bunga berukuran sekitar 4×2 meter itu memuat tulisan yang berbeda dari karangan bunga lainnya.
( Baca juga: Tanggapan Ahok Tentang Karangan Bunga Berisi Pesan Baper )
Karangan bunga itu bertuliskan “Move On Donk Coy”. Pada bagian bawah, tertulis, “Ayo dukung Oke Oce”. Di bagian kiri bawah, tertulis Topas TV “Pilihan Pas untuk Semua”.
Karangan bunga yang didominasi warna merah dan kuning itu terlihat mencolok karena ukurannya yang besar dan pesan yang berbeda dari yang lainnya. Karangan bunga tersebut juga menarik perhatian warga dan pegawai setempat.
Tak sedikit warga yang sedang mengantre untuk berfoto bersama Ahok mendekati karangan bunga sambil menggelengkan kepala mereka.
“Darimana nih bunganya? Penyusup,” kata salah seorang warga sambil bergumam di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/4/2017).
Karangan bunga itu diletakkan di samping Gedung Blok G Balai Kota DKI Jakarta. Gedung Blok G terletak di samping kantor gubernur.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sekitar pukul 10.00, tulisan pada karangan bunga tersebut sudah disobek-sobek. Sudah tak terlihat lagi tulisan “Ayo dukung Oke Oce”. Di bagian tengah tulisan “Move On Donk Coy” terpasang sebuah kertas bermotif kotak-kotak dan bertuliskan, “#MenolakMoveOn”.
( Baca juga : Warga Ini Menulis Soal Karangan Bunga untuk Ahok )
Oke Oce merupakan program unggulan dan tagline yang kerap diucapkan oleh pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Berdasarkan hasi hitung cepat sejumlah lembaga survei dan real count KPU DKI, Pasangan Anies-Sandi mengalahkan pasangan Ahok- Djarot pada kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sumber berita Diantara Ribuan Karangan Bunga di Balai Kota, Ada Bunga Penyusup : kompas.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.