Dr Tompi kritik keras Menteri Pandji Pragiwaksono soal kondisi fisik Wapres Gibran
Kritik itu disampaikan langsung oleh Tompi melalui postingan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, sebagai respons atas guyonan Pandji yang menyinggung kondisi fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pandji membahas kecenderungan sebagian pemilih yang menilai pemimpin dari tampilan fisik.
Pada bagian itu, Pandji menyinggung kondisi mata Gibran yang tampak sayu.
“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” kata Pandji.
Tompi pun langsung menilai bahwa menjadikan kondisi fisik sebagai bahwan tawaan bukanlah bentuk kritik yang tepat.
Ia pun memberikan penjelasan dari sudut pandang medis soal kondisi mata yang disebut “mengantuk”.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi.
Ia juga menegaskan bahwa kritik, satire, dan humor merupakan bagian sah dari demokrasi.
Namun, ia menyayangkan jika humor tersebut diarahkan pada kondisi tubuh yang tidak dapat dipilih oleh seseorang.
“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” katanya.
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…
Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…
Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…
Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…
This website uses cookies.