Nasional

Eks Hakim MK Sebut Meski BPN Bisa Buktikan Kecurangan TSM Tak Bisa Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf

Eks Hakim MK Sebut Meski BPN Bisa Buktikan Kecurangan TSM Tak Bisa Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan mengungkapkan bahwa pasangan capres/cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin tidak bisa didiskualifikasi, dari Pilpres 2019.

Hal itu ia ungkapkan saat membicarakan soal kemungkinan dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) bisa dibuktikan oleh kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ketika menjadi tamu Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul melalui channel YouTubenya Ruhut P Sitompul, Minggu (2/6/2019).

Mulanya, Ruhut menyinggung soal dugaan kecurangan TSM dalam pemilu yang diajukan kubu 02 kepada MK.

Terkait itu, Ruhut lantas menanyakan soal kemungkinan Prabowo-Sandi dalam membuktikan laporannya.

“Mungkinkan Kubu 02, bisa membuktikan adanya kecurangan terstruktur, sistematif, dan masif (TSM)?” tanya Ruhut.

Maruarar menjelaskan bahwa dugaan kecurangan yang dianggap TSM haruslah memiliki hasil yang signifikan terhadap perolehan suara.

Ia menegaskan bahwa dalam membuktikan hal tersebut tidaklah mudah dilakukan.

“Pelanggaran TSM itu harus memiliki korelasi signifikansi dengan perolehan suara,” ujar Maruarar.

“Kalau dia dikatakan terstruktur, kira-kira berapa pengaruhnya terhadap suara, sehingga bisa tidak dia mempengaruhi perolehan suara Pak Jokowi misalnya.”

“Kalau dia (Jokowi) 17 juta suara, paling tidak dia (Prabowo) harus memperoleh setengahan dari situ tambah satu kan.”

“Dan itu tidak mudah,” sambungnya.

Maruarar menyatakan meski dugaan kecurangan dalam pemilu terbukti, tetap tidak bisa langsung dilakukan pendiskualifikasian.

Hal itu dikatakan Maruarar menurut pengalamannya.

“Jadi tidak bisa dikatakan kalau terstruktur itu langsung didiskualifikasi, seandainya pun itu terbukti, meskipun kita katakan tadi itu tentu sangat sulit, maka kita kita tidak bisa langsung seperti itu,” jelas Maruarar.

“Pengalaman kita mengatakan, karena kita menghargai juga suara atau kedaulatan rakyat yang lain, yang tidak mengalami cacat, maka yang paling kita tentukan di mana TSM itu terjadi pelanggaran itu.”

“Mungkin MK akan mengatakan ya sudah pemungutan suara ulang di tempat itu,” imbuhnya.

Kemudian ia menambahkan bahwa keputusan MK bersifat final dan mengikat ke sejumlah pihak-pihak terkait.

“Keputusan MK itu satu tingkat, artinya langsung final dan binding (mengikat -red), ketika diucapkan MK itu mengikat kepada seluruh stakeholder, lembaga negara, terutama sekali kepada pemohon, termohon dan pihak terkait yang berdebat di MK,” tandasnya.

Simak videonya dari menit 3.38

 

Baca juga: Ini 7 Tuntutan Prabowo-Sandi ke MK: Jadi Presiden atau Pemilu Ulang!

 

Sumber Berita Eks Hakim MK Sebut Meski BPN Bisa Buktikan Kecurangan TSM Tak Bisa Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf: Tribunnews.com

Mister

Recent Posts

Korporasi Diduga Bakar Lahan, Prabowo Siapkan Sanksi Tegas

Korporasi diduga bakar lahan, Prabowo siapkan sanksi tegas Presiden Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum…

9 jam ago

Ashanty Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Tinggalkan Baju Lama

Ashanty tak kuasa menahan tangis saat tinggalkan baju lama Di balik penampilan tertutupnya saat ini,…

9 jam ago

Ruben Onsu Berusaha Lunasi Utang, Benarkah Akan Jual Aset?

Ruben Onsu berusaha lunasi utang, benarkah akan jual aset? Ruben Onsu saat ini tengah menghadapi…

10 jam ago

Heboh Dikabarkan tinggalkan Depok, Ayu Ting Ting beri Klarifikasi

Heboh dikabarkan tinggalkan Depok, Ayu Ting Ting beri klarifikasi Presenter Ayu Ting Ting menjadi viral…

10 jam ago

30 Saksi diperiksa, Kasus dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Solo

30 Saksi diperiksa, kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Solo Proses penyidikan kasus dugaan korupsi…

1 hari ago

Ayam MBG Bau, DPR Karanganyar minta SPPG Jati tingkatkan SOP

Ayam MBG bau, DPR Karanganyar minta SPPG Jati tingkatkan SOP Komisi D DPRD Karanganyar meminta…

1 hari ago

This website uses cookies.