Nasional

Fadli Zon Tuding Pemerintah Mau Jegal Prabowo Maju di Pilpres 2019

Fadli Zon Tuding Pemerintah Mau Jegal Prabowo Maju di Pilpres 2019

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menuding pemerintah hendak menjegal Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pilpres 2019. Tudingan ini didasari ngototnya pemerintah agar presidential threshold 20 persen.

“Partai-partai itu mau membikin calon tunggal. Kalaupun ada yang lain ya boneka saja. Dan saya kira itu tidak bagus bagi demokrasi. Jangan ini dijadikan alat untuk menjegal Pak Prabowo,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Seperti diketahui, Gerindra selama ini meminta agar presidential threshold dihapus. Di sisi lain, pemerintah dan parpol pendukungnya ingin presidential threshold 20 persen.

Prabowo Pastikan Kesiapanya Maju Pilpres 2019

RUU Pemilu belum mencapai titik temu saat ini. Fadli mengatakan Gerindra berkukuh pada pandangannya dan sudah siap-siap mengajukan gugatan ke MK apabila ada presidential threshold dalam UU Pemilu nantinya.

“Menurut saya, yang ada sekarang itu pemerintah sedang berusaha untuk menjegal Pak Prabowo untuk menjadi calon dan ini tidak masuk akal. Tentu kita akan tempuh semua langkah-langkah, termasuk melakukan judical review di MK dan cara-cara yang lain supaya demokrasi kita tetap dalam aturan,” tutur Fadli, yang juga menjabat Wakil Ketua DPR.

Fadli menjelaskan kecurigaannya tentang penjegalan terhadap Prabowo dilihat dari ngototnya pemerintah dan partai pendukungnya tetap adapresidential threshold. Sedangkan, menurutnya, jika dilihat dari keputusan MK, sudah tidak ada lagi presidential threshold.

“Iya, kami tetap berpendapat bahwa sesungguhnya tidak ada lagi PT kalau kita menyimak yang menjadi keputusan MK. Jadi harusnya pembicaraan PT tidak ada lagi, seharusnya. Tapi kan ini dipaksakan sebagai keputusan politik, bukan keputusan hukum konstitusional kita, ketatanegaraan kita,” ucap Fadli.

“Masalahnya, mereka memakai threshold yang lama, yang sudah basi. Pemilu 2014 yang sudah dipakai Pilpres 2014. Secara logika akal sehat, sudah tidak masuk akal. Kecuali dia tidak serentak,” katanya.

Fadli mengatakan logika pemerintah terkait dengan hal ini benar-benar tidak masuk akal. Ia menganggap ini sebagai permainan politik.

“Kalau sekarang kan tidak fair, jadi tidak masuk akal. Logika pemerintah itu betul-betul logika yang tidak masuk akal. Saya kira logika itu adalah logika untuk menjegal,” kata dia.

Fadli melihat konfigurasi Partai Golkar dan PPP, yang pada 2014 tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), berubah setelah pilpres.

“Dulu ada koalisi besar, KMP-KIH. Tetapi koalisi itu sendiri sudah tidak ada lagi. Kemudian sekarang pemerintah berusaha menggalang koalisi yang sebesar-besarnya dengan suara parpol dengan threshold yang mau dikuasai, didominasi sehingga nanti tidak ada calon lain,” tutur Fadli.

 

Baca juga : Kecam Telegram Diblokir, Fadli Zon: Pemerintah Janganlah Makin Bodoh

 

 

Sumber berita Fadli Zon Tuding Pemerintah Mau Jegal Prabowo Maju di Pilpres 2019 : detik

Mister

Recent Posts

KDM Hentikan Proyek Besar Data Center AI Jatiluhur, Kenapa?

KDM hentikan proyek besar daya center Ai Jatiluhur, kenapa? Pembangunan data center kecerdasan buatan (AI)…

6 jam ago

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres, Begini Pesan Prabowo

Rocky Gerung resmi jadi Wantimpres, begini pesan Prabowo Rocky Gerung kini resmi menjadi bagian dari…

6 jam ago

Lolos Final, Justin Hubner Sebut Shin Tae-yong & John Herdman

Lolos final, Justin Hubner sebut Shin Tae-yong & John Herdman Langkah Timnas Indonesia menuju partai…

16 jam ago

Daftar Lengkap Anggota Wantimpres yang Baru Dilantik Prabowo

Daftar lengkap anggota Wantimpres yang baru dilantik Prabowo Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk jajaran baru…

18 jam ago

Garuda Resmi Melawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda resmi melawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia berhasil mencatatkan pencapaian…

1 hari ago

Erick Thohir Ungkap Bangga Usai Timnas Indonesia Lolos ke Final

Urick Thohir ungkap bangga usai Timnas Indonesia lolos ke final Erick Thohir langsung memberikan respons…

1 hari ago

This website uses cookies.