Fahri Hamzah Mengatakan Pemuda Milenial Jangan Terjebak Virus Pencitraan
Anak-anak muda Indonesia, khususnya di zaman milenial layak memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, jangan karena ketidaktahuan atau ketidakmauan memahami persoalan secara mendalam akhirnya terjebak dalam pencitraan. Pernyataan itu dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah .
“Ingat, masa depan ini keras dan kejam, dimana kita semua bisa menjadi korban,” kicau Fahri dalam dalam akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah
Politikus asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu menilai, generasi milenial Indonesia merupakan pertanda adanya bonus demografi. Apalagi dalam politik, lanjut Fahri, bonus demografi akan dirasakan betul saat pemilu 2019 ini, dimana lebih dari 60 persen adalah pemilih muda, baik yang pemula maupun yang ada dalam jarak usia muda.
Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat milenial Indonesia, bahwa bidang ekonomi, bidang yang akan memberi makan dan kebutuhan dasar, menyalurkan pekerjaan dan berekspresi secara merdeka tanpa mengandalkan negara.
Walau demikian tambahnya, apakah negara sudah menuju track yang benar pada pemantapan ekonomi yang berkesinambung yang melibatkan generasi baru dalam ekonomi ini? Atau malah sebaliknya negara sedang menggali kubur bagi generasi baru ini?.
“Seperti akhir tahun kemarin, ada banyak pujian yang datang secara sepihak. Seorang pejabat negara mengirimkan saya sebuah guntingan koran jepan yang terkenal: NIKKEI shimbun yang katanya (saya nggak bisa baca) memuji-muji Indonesia,” tulis Fahri Hamzah.
“(Berikut korannya). Sambil membaca artikel itu, saya mau sampaikan bagaimana cara kita hari ini mempersiapkan pondasi ekonomi yang kokoh bagi mereka dimasa depan, apakah akan jadi bangsa pemenang sejajar dengan bangsa besar lainnya, atau hanya jadi bangsa yang selalu dimangsa bangsa lainnya,” papar politikus yang dijuluki Singa Senayan itu.
Sumber Berita Fahri Hamzah Mengatakan Pemuda Milenial Jangan Terjebak Virus Pencitraan : Netralnews.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.