Nasional

Guru Pondok di Bekasi Diduga Lecehkan Santri Berkedok Ruqyah

Guru Pondok di Bekasi diduga lecehkan santri berkedok ruqyah

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang guru pondok pesantren di Bekasi kembali menjadi sorotan setelah polisi mengungkap cara yang diduga digunakan tersangka untuk mendekati para korban.

Pria berinisial MHH (28) tersebut disebut membujuk sejumlah santriwati agar bersedia menjalani ruqyah.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Suparyono, mengungkapkan bahwa pendekatan melalui bujuk rayu menjadi salah satu modus yang didalami penyidik. Keterangan itu disampaikan kepada wartawan pada Senin 12 Oktober 2026.

Suparyono juga memastikan bahwa korban yang telah terdata sejauh ini merupakan perempuan. Sampai sekarang, polisi belum memperoleh informasi mengenai korban laki-laki dalam perkara tersebut.

Di sisi lain, penyidik masih menelusuri kemungkinan keterlibatan tiga orang lain berinisial HBH, F, dan S. Ketiganya masih dalam proses pendalaman sehingga peran masing-masing belum dapat dipastikan.

Sebelumnya, MHH telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati.

Berdasarkan keterangan Kasat Reserse PPA dan PPO Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rosdiana Sirait, jumlah korban yang teridentifikasi telah mencapai lebih dari 10 orang.

Rosdiana menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa tersangka secara intensif. Pemeriksaan tersebut mencakup dugaan perbuatan yang dilaporkan, hubungan tersangka dengan korban, serta kedudukannya di lingkungan pesantren.

Salah satu korban disebut telah mengenal MHH sejak 2023, ketika masih belajar di pondok pesantren tersebut.

Korban juga menyampaikan bahwa tersangka memiliki posisi sebagai ketua pondok pesantren.

Untuk memperjelas perkara, polisi kini membandingkan keterangan tersangka dengan informasi dari korban, saksi, dan bukti yang telah dikumpulkan.

Penyelidikan turut diarahkan untuk mengetahui apakah pihak lain memiliki peran dalam kasus tersebut.

Kepolisian menegaskan bahwa pengembangan perkara masih berlangsung. Identitas korban juga menjadi perhatian agar tetap terlindungi selama proses hukum berjalan.

Baca juga: Malaysia hubungi Prabowo soal Karhutla, ini kata Menko Polkam
Penguin

Recent Posts

Artis Raffi Ahmad Diboikot, Amy Qanita Ungkap Kesedihannya

Artis Raffi Ahmad diboikot, Amy Qanita ungkap kesedihannya Ribuan kritik yang mengarah kepada Raffi Ahmad…

1 minggu ago

Modus Dua Suami di Surabaya Jual Istri, Tarif Tembus Rp1 Juta

Modus dua suami di Surabaya jual istri, tarif tembus Rp1 juga Dugaan praktik perdagangan orang…

1 minggu ago

Mitchell Baker Bersinar, Georgetown petik Kemenangan

Mitchell Baker Bersinar, Georgetown petik Kemenangan Nama Mitchell Baker kembali menjadi perhatian setelah striker Timnas…

1 minggu ago

6.097 Dapur MBG terancam Berhenti Operasi, Apa penyebabnya?

6.097 dapur MBG terancam berhenti operasi, apa penyebabnya? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghadapi…

1 minggu ago

Vietnam Dapat Kepercayaan Gelar Piala AFF U-23 2027

Vietnam dapat kepercayaan gelar Piala AFF U-23 2027 Vietnam akan mencatat sejarah baru dalam perjalanan…

1 minggu ago

Tindak Pelaku pembakaran Karhutla, Polda tetapkan 33 tersangka

Tindak pelaku pembakaran Karhutla, Polda tetapkan 33 tersangka Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

1 minggu ago

This website uses cookies.