Nasional

Hakim jatuhkan Hukuman Kepada Azam Akhmad 7 Tahun Penjara

Hakim jatuhkan hukuman kepada Azam Akhmad 7 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat memvonis lebih berat dari tuntutan (ultra petita) kepada mantan jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.

Azam Akhmad Akhsya atas penggelapan uang barang bukti uang Rp 11,7 miliar kasus investasi bodong robot trading Fahrenheit.

Hakim menjatuhkan hukuman selama 7 tahun penjara.

Vonis ini jauh lebih berat dari tuntutan jaksa, yang hanya menuntut 4 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun,” ucap ketua majelis hakim Sunoto, Jakarta Pusat, 8 Juli 2025.

Selain itu, menjtuhkan pedana denda sebesar Rp 250 juta.

Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka digantikan dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Hakim mengatakan, Jaksa Azam terbukti melakukan korupsi berupa pemerasan dan penyuapan dari uang barang bukti para korban robot trading Fahrenheit.

Jumlah keseluruhannya sebesar Rp 11,7 miliar.

Hakim juga meyakini, bahwa perbuatan Azam telah melangkah ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e UU Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Tom Lembong Dituntut 7 Tahun Penjara di Kasus Impor Gula

Berikutnya, Majelis hakim juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan atas diri terdakwa.

Hal memberatkan, perbuatan tekdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggaraan negara yang bersih.

Dan bebas dari korupsi , kolusi dan nepotisme, perbuatan terdakwa melanggar sumpah jabatan sebagai jaksa.

“Terdakwa telah menyalahgunakan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan Agung sebagai benteng terakhir keadilan,” ucap hakim

“Dampak pebuatan terdakwa menciptakan presedan buruk dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan,” lanjutannya.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Terdakwa telah mengembalikan seluruh uang yang diterimanya kepada negara.

Terdakwa bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan, terdakwa menyatakan penyesalan atas perbuatannya.

Berikutnya, hakim juga memvonis dua orang pengacara yang menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Terdakwa Oktavianus Setiawan dihukum 4 tahun dan 6 bulan penjara. Dia juga dikenakan pidana denda Rp 250 juta subsider 3 bulan.

Sementara Bonifasius Gunung dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan.

 

Penguin

Recent Posts

Purbaya beri Pesan penting buat Pemda Sebelum kena Reshuffle

Purbaya beri pesan penting buat Pemda sebelum kena Reshuffle Beberapa jam sebelum posisinya sebagai Menteri…

12 jam ago

Profil Yudo Sadewa, anak Purbaya Viral usai Ayahnya Dipecat

Profil Yudo Sadewa, Anak Purbaya viral usai ayahnya dipecat Nama Yudo Sadewa ikut ramai setelah…

13 jam ago

Intip Kekayaan Suahasil Nazara, Menkeu baru pengganti Purbaya

Intip kekayaan Suahasil Nazara, Menkeu baru pengganti Purbaya Suahasil Nazara resmi dipercaya mengemban jabatan Menteri…

1 hari ago

Reaksi Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot, Ini kata Yudo Sadewa

Reaksi anak Purbaya usai ayahnya dicopot, ini kata Yudo Sadewa Kabar pergantian Menteri Keuangan Purbaya…

1 hari ago

Jadwal Hyundai Hillstate & Megawati Hangestri, KOVO Cup 2026

Jadwa; Hyundai Hillstate & Megawati Hangsetri, KOVO Cup 2026 Megawati Hangestri bakal menjalani tantangan baru…

2 hari ago

Betrand Peto angkat Bicara soal Pelecehan, Onyo jaga nama Ortu

Betrand Peto angkat bicara soal pelecehan, Onyo jaga nama ortu Betrand Peto akhirnya memberikan pernyataan…

2 hari ago

This website uses cookies.