i.Con, “Kondom Pintar” Seharga Rp 1 Juta, Salah Satunya Bisa Ukur Suhu Organ
Sebuah perusahaan di Inggris menawarkan sebuah produk “kondom pintar”, yang mampu mengukur berapa banyak kalori yang terbakar saat penggunanya melakukan hubungan seks.
Produk yang diberi nama the i.Con itu diklaim sebagai produk kondom pintar pertama di dunia.
Kondom ini memiliki lingkaran yang berjalan di atas kondom normal, untuk melakukan pengukuran ketika aktivitas dilakukan.
Alat ini mengukur sejumlah faktor, termasuk kalori yang terbakar, ketebalan dari penis, suhu rata-rata organ selama hubungan seksual, dan jumlah posisi yang berbeda yang digunakan selama sesi tersebut.
Pengguna dapat memanfaatkan koneksi Bluetooth untuk mengunduh data statistik setelah selesai mengunakannya. Bahkan, dapat terlihat statistik dari para penguna i.Con lainnya.
The i.Con kini sudah dipasarkan dengan cara preorder seharga 73 dollar AS atau kira-kira Rp 1 juta.
Namun, pihak perusahaan belum mengungkap tanggal peluncuran produk ini.
Tak dijelaskan lebih jauh bagaimana piranti ini bekerja, termasuk apakah bisa dipakai berulang dengan kondom konvensional.
“Kami sudah sampai pada tahap akhir pengujian i.Con dan kami menargetkan produk ini sudah dapat diperoleh di pasaran pada tahun 2017.”
Demikian penjelasan yang tertulis dalam situs perusahaan produsen kondom tersebut seperti dikutip laman UPI.com, Senin (6/3/2017).
Sumber i.Con, “Kondom Pintar” Seharga Rp 1 Juta, Salah Satunya Bisa Ukur Suhu Organ : kompas.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.