Israel serang Teheran, ledakan dekat dengan kantor Khamenei
Negara Israel menyerang pada Sabtu 28 Februari 2026 ke Teheran, memunculkan kepulan asap dari pusat kota.
Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa serangan di ibu kota Iran itu terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Belum ada kepastian apakah Khamenei yang berusia 86 tahun berada di lokasi saat kejadian terjadi.
Sedangkan kantor berita Fars melaporkan Beberapa rudal telah menghantam Jalan Universitas dan daerah Jomhouri di Teheran.
Serangan itu berlangsung ketika Washington telah mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang di kawasan, sebagai tekanan agar Iran mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut operasi tersebut sebagai langkah untuk menghilangkan ancaman.
“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel,” kata Katz.
Di Teheran, sejumlah saksi mendengar ledakan keras. Televisi pemerintah Iran memberitakan kejadian itu tanpa menjelaskan penyebabnya.
Tak lama berselang, sirene peringatan berbunyi di seluruh Israel. Militer Israel menyatakan telah mengeluarkan “peringatan proaktif untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan peluncuran rudal ke arah negara Israel.
Ledakan lanjutan dilaporkan kembali mengguncang ibu kota Iran setelah pengumuman serangan tersebut.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi soal korban jika.
Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…
Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…
Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…
2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…
KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…
Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…
This website uses cookies.