Janda Hasnatul yang Dibunuh di Bengkulu Bekerja jadi Pengepul Buah
Hasantul (35) serta dua anaknya, Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10), tewas diduga dibunuh di Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu. Hasanatul merupakan seorang janda yang bekerja sebagai pengepul buah-buahan.
“Korban ini janda, bekerja sebagai pengepul buah-buahan untuk dikirimkan ke luar kota,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno saat dihubungi detikcom, Minggu (13/1/2019).
Sudarno mengatakan Hasanatul sehari-harinya menerima buah-buahan dari para petani. Dia menjual kembali buah-buahan dari petani itu ke luar kota.
“(Buah-buahan) dikirim ada sendiri pakai truk ke luar kota,” imbuhnya.
Korban dan dua anaknya ditemukan tewas pertama kali oleh saksi bernama Jamadi. Jamadi saat itu hendak mengirim pisang ke rumah korban.
“Saksi saat itu hendak mengirim pisang seperti yang dijanjikan oleh korban,” lanjutnya.
Subuh-subuh sebelum korban ditemukan tewas, Jamadi melihat mobil Suzuki APV milik korban keluar. Jamadi tidak menaruh curiga bahwa mobil itu dibawa oleh pelaku pembunuhan.
Sampai akhirnya Jamadi mendapati korban dan dua anaknya tewas pada pukul 16.30 WIB. Sedangkan mobil korban ditemukan sekitar 4 kilometer dari rumah korban.
Baca juga : Pembunuhan Sekeluarga di Bengkulu, Janda Hasnatul dan 2 Putrinya Dibantai
Sumber berita Janda Hasnatul yang Dibunuh di Bengkulu Bekerja jadi Pengepul Buah : detik
Dituduh netizen gunakan APBD untuk Umrah, Om Zein klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau…
Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…
Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…
Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…
Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…
Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…
This website uses cookies.