Jepang akan tuntun Indonesia cari jalur alternatif untuk pasokan energi
Jepang dan indonesia sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam bidang keamanan energi di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah.
Kesepakatan itu disampaikan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi setelah pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Tokyo.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah dampak perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mulai mengganggu pasokan minyak dan gas, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi, khsusunya bagi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi.
“Mengingat situasi Iran, pentingnya strategis sumber daya dan keamanan energi sekali lagi diakui secara global. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam.”
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi utama.
Indonesia juga merupakan eksportir batu bara termal terbesar di dunia untuk pembangkit listrik, dengan kontribusi sekitar setengah dari total ekspor global.
Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi salah satu eksportir utama gas alam cair (LNG), dengan sekitar seperempat pengirimnya ditunjukkan ke Jepang.
Kesepakatan ini mencerminkan upaya kedua negara untuk memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian global, sekaligus memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin, khususnya dalam sektor energi semakin krusial.
Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…
Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…
Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…
2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…
KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…
Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…
This website uses cookies.