Jika FPI Dibubarkan, Novel: Nggak masalah, Tinggal Bikin Satu Lagi
Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan, jika FPI dibubarkan, hal itu bukan suatu persoalan. Sebab mereka dapat dengan mudahnya mengganti ormas.
“Seandainya pun memang yang di target FPI dibubarin, nggak masalah. Ormas ini buat kendaraan doang, buat kendaraan doang,” kata Habib Novel kepada Netralnews.com, Jumat (14/7/2017).
“Kita tinggal ganti kendaraan. Hari ini dilarang, FPI dibubarin, dalam 1 menit mungkin 1 detik, bikin satu lagi,” ujarnya.
Adapun alternatif nama yang disiapkan, disebut Habib Novel, yakni Front Pencinta Islam (FPI) dan Front Penyelamat Islam (FPI).
“Kita bikin baru lagi, FPI juga. Front Penyelamat Islam, Front Pencinta Islam, jadi kita nggak masalah,” ujar Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini.
Pernyataan Habib Novel ini menanggapi diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini menduga, salah satu tujuan dibuatnnya Perppu itu adalah untuk membubarkan FPI.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Senin lalu (10/7/2017), menandatangani Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Langkah itu sebagai upaya penindakan terhadap ormas-ormas yang anti-Pancasila dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca juga : Presiden Jokowi Tegaskan Islam Radikal Bukan Islamnya Indonesia
Sumber berita Jika FPI Dibubarkan, Novel: Nggak masalah, Tinggal Bikin Satu Lagi : netralnews
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.