Jokowi Imami Presiden Afghanistan, Fadli Zon: Pencitraan yang Bagus
Presiden Joko Widodo sempat mengimami Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani saat melaksanakan salat zuhur. Peristiwa ini langsung menuai respons luas dari publik. Namun, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, menilai peristiwa ini sebagai suatu hal yang biasa.
Waketum Gerindra ini malah berpendapat bahwa kejadian tersebut merupakan pencitraan yang bagus.
“Imam itu harus bisa membawa apa yang diharapkan, jadi saya kira kalau jadi imam bagus-bagus saja. Saya kira itu pencitraan yang baguslah,” ujar Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1).
Lebih lanjut, Fadli mengatakan kunjungan Jokowi ke Afghanistan sebagai respons atas banyaknya warga Afghanistan yang masuk ke Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penampungan mereka adalah Bogor.
“Tapi saya tidak tahu sejauh mana pembicaraan ini. Karena memang banyak juga pembicaraan mengenai adanya manusia perahu yang masuk ke Indonesia,” tutur Fadli.
Jokowi telah merampungkan kunjungan ke lima negara di Asia Selatan. Jokowi tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 05.20 WIB. Dalam lawatannya di Asia Selatan, Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke lima negara, yaitu Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan.
Baca juga : Fadli Zon Sebut Isu SARA Dibolehkan Dalam Kampanye, Asal Tidak Menghina
Sumber berita Jokowi Imami Presiden Afghanistan, Fadli Zon: Pencitraan yang Bagus : kumparan.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.