Jurnalis Italia dipecat akibat tanya tanggung jawab Israel di Gaza
Nunziati dipecat dari surat kabar Agenzia Nova, setelah mengajukan pertanyaan tentang konflik Arab-Israel kepada Paula Pinho.
Juru bicara utama Komisi Eropa, dan Enouar El Anouni, juru bicara urusan luar negeri dan kebijakan keamanan.
Nunziati, yang mengingat bagaimana Komisi Eropa berulang kali menekankan perlunya Rusia membayar kerusakan rekonstruksi di Ukraina.
Bertanya apakah Uni Eropa “percaya, Israel harus membayar rekonstruksi Gaza, mengingat telah menghancurkan hampir semua jalan dan infrastruktur sipil.”
“Gabriel, ini tentu pertanyaan menarik yang saat ini saya tidak memiliki komentar untuk diberikan.” kata juru bicara utama UE.
Pertanyaan jurnalis tersebut kemudian digambarkan oleh pemberi kerja jurnalis sebagai secara teknis salah dan tidak pantas.
“Terlepas dari redaksinya atau ketepatan yang dirasakan, tidak ada jurnalis yang seharusnya dikenai sanksi profesional atau pemecatan karena mengajukan pertanyaan yang sah, meskipun tidak nyaman, selama konferensi pers Komisi Eropa,” tambah nya.
Asosiasi Pers Internasional mencatat bahwa Komisi Eropa telah menegaskan kembali komitmennya terhadap kebebasan media dan keterbukaan terhadap semua pertanyaan yang diajukan selama konferensi persnya.
Menurut Asosiasi Pers Internasional tindakan disiplin ini tampak ‘tidak propersional, bersifat hukuman.
Dan berpotensi ilegal, yang merusak kepercayaan publik terhadap kemandirian pers.”
Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…
Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…
Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…
2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…
KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…
Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…
This website uses cookies.