Jusuf Kalla Sebut Prabowo Menelepon Pendukungnya, Perintahkan Hentikan Semua Aksi Massa
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) akhirnya membeberkan isi pertemuannya dengan Calon Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu.
JK mengungkapkan bahwa saat bertemu, Prabowo sempat menelepon semua pendukungnya untuk menghentikan aksi massa setelah Pilpres 2019.
Hal tersebut diungkapkan JK ketika ditemui KompasTV dan ditayangkan di program Kompas Petang, Rabu (5/6/2019).
JK menyebut bahwa Prabowo akan mengikuti semua proses konstitusional menyangkut gugatan hasil Pilpres.
“Dalam pertemuan itu Pak Prabowo betul-betul ingin menyerahkan proses itu (secara) konstitusional,” ucap JK, seperti dikutip TribunWow dari saluran Youtube KompasTV, Rabu (5/6/2019).
JK lantas membeberkan bahwa Prabowo memerintahkan para pendukungnya untuk menghentikan semua aksi massa.
“Itu waktu saya ketemu di depan saya beliau menelepon orang-orangnya untuk menghentikan semua aksi massa. Ia perintahkan untuk hentikan semua aksi massa,” lanjut Jusuf Kalla.
“Dan akan menjalani proses konstitusi,” tambahnya.
Ditanya soal rekonsiliasi, JK menuturkan bahwa itu sangat mungkin.
Ia menyebut bahwa pertemuan antara kedua capres belum bisa terlaksana karena beberapa waktu lalu Prabowo memiliki urusan di luar negeri.
“Pasti mungkin, nanti lagi diusahakan karena kemarin beliau (Prabowo) kan ke luar negeri,” tutup JK.
Simak videonya dibawah ini:
Sumber Berita Jusuf Kalla Sebut Prabowo Menelepon Pendukungnya, Perintahkan Hentikan Semua Aksi Massa: Tribunnews.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.