Kapolda Sebut Firza Husein Harusnya Tak Bisa Mengelak dalam Kasus “Chat” WhatsApp
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menyebut sejumlah barang yang disita dari rumah Firza Husein identik dengan foto yang beredar di internet.
Menurut Iriawan, dengan temuan tersebut seharusnya Firza tidak bisa mengelak dalam kasus konten pornografi dalam percakapan via WhatsApp yang diduga juga melibatkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
“Kan sudah nyebar tuh di medsos. TV-nya jelas, tegelnya jelas, lantainya jelas. Harusnya (tidak bisa mengelak), begitu kan,” ujar Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/4/2017).
(baca: Rizieq dan Firza Batal Hadiri Pemeriksaan di Polda, Kompak nih yee…)
Sementara itu, mengenai Firza yang membantah bahwa foto-foto berkonten pornografi yang beredar di media sosial adalah dirinya, Iriawan tak mempermasalahkannya. Menurut dia, hal tersebut dapat dibuktikan di pengadilan.
“Sekarang begini saja, jika difitnah sama orang marah enggak? Kira-kira lapor (polisi) enggak? Firza lapor enggak?” kata Iriawan.
Pihak kepolisian telah memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat atau mengetahui tentang kasus percakapan WhatsApp berkonten pornografi tersebut.
Namun Firza, Rizieq, teman Firza bernama Emma, dan Pimpinan FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas, tidak memenuhi panggilan kepolisian pada Selasa (25/4/2017).
Sumber berita Kapolda Sebut Firza Husein Harusnya Tak Bisa Mengelak dalam Kasus “Chat” WhatsApp : kompas.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.