Kejam, dua siswa SPN Polda NTT korban penganiayaan seniornya
Dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), KLK dan JSU, menjadi korban penganiayaan seniornya, Bripda Torino Tobo Dara, setelah keduanya dipergoki merokok.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menyebut pemukulan dilakukan karena pelaku kesal terhadap kedua siswa.
“Aksi pemukulan dipicu oleh rasa kesal senior karena dua siswa kedapatan merokok,” ungkap Henry Novika Chandra, Jumat 14 November 2025.
Pemeriksaan media juga dilakukan terhadap para korban.
“Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya luka atau memar pada tubuh korban,” kata Henry.
Setelah kejadian itu, keluarga kedua siswa mendatangi Mapolda NTT untuk meminta pertanggungjawaban.
Namun setelah komunikasi persuasif, mereka menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian.
“Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan keluarga terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” lanjutnya.
Dan kemudian, Bidpropam telah menerbitkan Surat Perintah Penempatan Khusus (Patsus) untuk Bripda Torino.
Pemeriksaan lanjutan terhadap para korban juga terus dilakukan.
Henry Novika Chandra menegaskan Polda NTT tidak mentoleransi kekerasan dalam pembinaan personel.
“Polda NTT berkomitmen menjadikan penanganan kasus ini sebagai contoh nyata penerapan nilai asah, asih, dan asuh dalam pembinaan, sekaligus menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat di lingkungan Polri,” sambungnya.
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.