Nasional

Kesal dengan Pernyataan Kapitra, Demokrat: Kader Baru PDIP Cari Muka

Kesal dengan Pernyataan Kapitra, Demokrat: Kader Baru PDIP Cari Muka

Elite Partai Demokrat ramai-ramai mengkritik keras pernyataan Politikus PDIP Kapitra Ampera yang menyebut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menimbulkan keributan di Pekanbaru, Riau. Hal itu berkaitan dengan insiden pengrusakan bendera Partai Demokrat yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengimbau agar Kapitra tak sembarangan berbicara. “Kapitra ini wajib jaga mulutnya, apa dasar dia nyebut Pak SBY bawa konflik ke Pekanbaru,” kata Jansen dalam keterangan yang diterima wartawan, Minggu (16/12).

Baginya, Kapitra yang baru bergabung menjadi kader PDIP ini tengah mencari muka terhadap pimpinannya dengan menjatuhkan lawan-lawan politik secara tak beretika.

“Kami sadar sebagai kader baru di PDIP, Kapitra ini sedang cari muka ke junjungannya. Itu maka persoalan pengrusakan yang sekarang sudah ditangani polisi malah sok ikut campur dia merasa paling mengerti bahkan dibanding penyidiknya sendiri,” jelasnya.

Kapitra Ampera di DPP PDIP

Tak hanya itu, untuk membuktikan fakta di lapangan, Jansen menyarankan agar yang bersangkutan mengikuti kegiatan SBY di Riau beberapa hari ini. Hal itu agar apa yang disampaikan pada publik selama ini hanya berupa tuduhan semata.

“Saran saya suruh dia ikuti kegiatan Pak SBY selama beberapa hari ini di Riau agar dia lihat langsung dengan mata kepalanya sendiri betapa begitu senang dan gembiranya masyarakat Riau didatangi Pak SBY,” jelasnya.

“Contoh saja acara pak SBY pagi ini tadi di Jalan Sudirman Pekanbaru dan Pasar Bawah, ribuan orang tumpah menunggu dan senang didatangi beliau,” lanjutnya.

Selain itu, jika berdasarkan hasil polling yang dilakukan salah seorang warga Riau terkait kunjungan SBY dan Jokowi, maka ia menegaskam hasilnya bahwa mayoritas masyarakat di tanah melayu tersebut lebih menginginkan kunjungan dari pimpinan partainya.

“Ditambah lagi usai kejadian ini ada polling di media sosial yang saya baca dibuat oleh warga Riau yang isinya lebih kurang bertanya teruntuk warga Riau anda lebih senang di datangi Presiden yang mana @SBYudhoyono (Retweet) atau @jokowi (like),” ujarnya.

“Hasilnya malah 90 persen suka SBY yang datang. Ini kan sudah jadi potret untuk membantah pernyataan Kapitra diatas. Malah Kapitra ini yang menurut saya membawa konflik ke Pekanbaru dengan pernyataan-pernyataannya ini,” tandasnya.

Diketahui, pernyataan Kapitra yang menyebut SBY membawa keributan di Riau pertama kali dilontarkan saat menggelar jumpa pers di Riau.

“SBY sebenarnya datang bawa konflik ke Pekanbaru,” kata Kapitra dengan nada tinggi saat gelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di satu resto di Pekanbaru, Sabtu malam (15/12).

SBY melihat Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau.

 

 

Baca juga : Kapitra Sesalkan Kader PD Persekusi Terduga Perusak Baliho SBY

 

 

Sumber berita Kesal dengan Pernyataan Kapitra, Demokrat: Kader Baru PDIP Cari Muka : kumparan.com

Mister

Recent Posts

Rebecca Effort ke Belgia Demi Beri Kejutan Spesial Ultah Jennifer

Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…

13 jam ago

Eks Dirut KBS Resmi jadi Tersangka Kasus Korupsi Pakan Fiktif

Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…

15 jam ago

Puan Ketuk Palu, RUU Surga Investasi PFII Resmi Sebagai UU

Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…

17 jam ago

Gerindra Nilai Hotman Tak Etis Seret Prabowo ke Ranah Hukum

Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…

18 jam ago

Nanik S Mundur dari Kepala BGN, demi Pemulihan Kesehatannya

Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…

2 hari ago

Yudi Purnomo Bongkar Kecurigaan soal Fasilitas Khusus Hotman

Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…

2 hari ago

This website uses cookies.