Kisah perempuan korban KDRT sekarang jadi duta PBB untuk perempuan
Aesha Mohammadzai, yang lebih dikenal sebagai nama Bibi Aisha, adalah seorang perempuan asal Afghanistan yang menjadi simbol keberanian dan ketahanan dalam menghadapi kekerasan serta perjuangan untuk hak-haknya.
Ia lahir di Afghanistan, Bibi Aisha yang menjadi korban pernikahan paksa pada usia 18 tahun.
Ia dipaksa menikah dengan laki-laki yang lebih tua, dan kehidupannya berubah menjadi mimpi buruk karena kekerasan yang diterimanya dari suami dan keluarga suaminya.
Setelah mencoba melarikan diri dari kekerasan rumah tangga, suaminya menyiksanya dengan memotong hidung dan telinganya.
Kisah tragis itu menarik perhatian dunia ketika foto wajahnya yang terluka di publikasikan oleh Time Magazine pada tahun 2010.
Menggambarkan betapa brutalnya kekerasan terhadap perempuan dalam tradisi pernikahan paksa dan sistem patriaki yang kental di Afghanistan.
Selanjutnya, setelah perawatan medis di Amerika Serikat, Bibi Aisha menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan gender.
Ia menulis autobiografi, “The Books of Lost Names”, yang menginspirasi banyak orang untuk memperjuangkan hak perempuan dan melawan kekerasan berbaris gender.
Atas perjuangannya, ia diakui oleh berbagai organisasi internasional dan mendapatkan penghargaan, termasuk dari United Nations Women, serta terpilih sebagai Duta PBB untuk Perempuan.
Bibi Aisha mengubah penderitaannya menjadi kesadaran global, memperjuangkan hak perempuan.
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…
Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…
Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…
Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…
This website uses cookies.