Korban banjir Nepal capai 389 orang, warga diminta berhati-hati
Jumlah korban meninggal dunia sekarang sudah mencapai sedikitnya 389 orang, sedangkan 910 orang lainnya masih dalam pencarian.
Bencana ini terjadi di delapan distrik. Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Nawalparasi Timur, dan Tanahun termasuk daerah yang dilaporkan terdampak.
Bencana tersebut diduga berkaitan dengan kejadian alam di kawasan Sungai Lhende.
Aliran sungai di dekat perbatasan Nepal dan China tertutup material longsoran salju serta es.
Tumpukan material itu kemudian berfungsi seperti bendungan alami. Air yang tertahan membentuk danau sementara dengan kapasitas diperkirakan mencapai 3 juta meter kubik.
Tekanan air akhirnya membuat bendungan alami tersebut runtuh pada Rabu 26 Agustus 2026.
Air dalam jumlah besar pun menerobos ke arah hilir dengan arus yang sangat kuat.
Kerusakan kemudian meluas di sepanjang jalur aliran air. Wilayah yang berada di bawah aliran sungai menjadi kawasan yang paling berisiko terkena dampak.
Hasil penelusuran sementara menempatkan sumber longsoran di wilayah Nepal.
Titiknya diperkirakan berjarak sekitar 20 kilometer di timur laut Rasuwagadhi, tidak jauh dari garis perbatasan China.
Indikasi bahwa Sungai Lhende sebelumnya mengalami penyumbatan turut diperkuat sejumlah bukti.
Kementerian Luar Negeri Nepal menerima informasi dari otoritas China, sementara citra satelit juga memperlihatkan kondisi yang mendukung dugaan tersebut.
Perhatian kini beralih pada kemungkinan munculnya banjir susulan. Genangan air baru ditemukan di kawasan pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo.
Ahli hidrologi Divisi Prakiraan Banjir DHM, Binod Parajuli, memperkirakan volume genangan tersebut sudah mencapai sekitar 200.000 meter kubik hingga Kamis pagi.
Menurut perkiraan sementara, dampak dari genangan baru itu kemungkinan tidak akan separah banjir sebelumnya. Walaupun, kawasan hilir Sungai Bhotekoshi masih dianggap berbahaya.
Warga setempat diminta menjauh dari area rawan, imbauan serupa berlaku bagi wisatawan dan personel penyelamat yang berada di sekitar jalur sungai.
Sementara itu, proses pendataan korban masih berlangsung. NDRRMA menyatakan sebanyak 389 jenazah telah ditemukan dari berbagai lokasi yang terdampak bencana.
India menjadi negara dengan jumlah warga yang paling banyak dilaporkan belum ditemukan, mencapai 178 orang.
Tak hanya itu terdapat 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, dan 24 warga China.
Artis Raffi Ahmad diboikot, Amy Qanita ungkap kesedihannya Ribuan kritik yang mengarah kepada Raffi Ahmad…
Modus dua suami di Surabaya jual istri, tarif tembus Rp1 juga Dugaan praktik perdagangan orang…
Mitchell Baker Bersinar, Georgetown petik Kemenangan Nama Mitchell Baker kembali menjadi perhatian setelah striker Timnas…
6.097 dapur MBG terancam berhenti operasi, apa penyebabnya? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghadapi…
Vietnam dapat kepercayaan gelar Piala AFF U-23 2027 Vietnam akan mencatat sejarah baru dalam perjalanan…
Tindak pelaku pembakaran Karhutla, Polda tetapkan 33 tersangka Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
This website uses cookies.