Nasional

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Mojokerto

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Mojokerto

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan empat tersangka dugaan suap terhadap DPRD Kota Mojokerto, Sabtu (17/6) malam. Penangkapan tersebut terkait pengalihan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mojokerto tahun 2017.

Empat tersangka itu, antara lain Ketua DPRD Kota Mojokerto, Purnomo beserta dua Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto; Abdullah Fanani dan Umar Faruq, selaku pihak penerima suap, dan satu orang pemberi suap, yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Wiwiet Febryanto.

OTT Suap DPRD Mojokerto

Sementara dua orang lainnya berinisial H dan T, yang ikut digelandang penyidik ke Gedung KPK sebelumnya, masih berstatus saksi dan sedang menjalani pemeriksaan.

Usai diperiksa sekitar sembilan jam, keempatnya langsung mengenakan rompi oranye dan digiring ke empat mobil tahanan berbeda. Purnomo lebih dulu masuk ke mobil tahanan pukul 22.46 WIB.

Sesaat sebelum memasuki mobil, Purnomo yang terus dicecar pertanyaan oleh wartawan pun akhirnya mengakui perbuatannya.

“Iya pemberian pertama, yang kedua saya enggak tahu,” ujar Purnomo.

OTT Suap DPRD Mojokerto

Tersangka lainnya, adalah Umar Faruq yang selesai diperiksa sekitar pukul 23.23 WIB, diikuti Abdullah Fanani pukul 00.10 WIB lalu Wiwiet Febryanto pukul 00.24 WIB.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keempat tersangka akan ditempatkan di 4 rumah tahanan berbeda. Febri menuturkan, Wiwiet Febryanto akan dititipkan di rumah tahanan Cipinang, Purnomo di rutan KPK cabang Guntur, Umar Faruq di rumah tahanan Jakarta Pusat, serta Abdullah Fanani di rumah tahanan di Jakarta Selatan.

“Tersangka ditahan di empat rutan berbeda untuk 20 hari ke depan,” ujar Febri Diansyah lewat pesan singkat.

Kasus suap ini terungkap dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada hari Jumat (16/6). Dari tangkap tangan itu, penyidik mengamankan enam orang serta menyita uang tunai sebesar Rp 470 juta rupiah.

“Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut penyidik mengamankan uang total Rp 470 juta dari beberapa pihak,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi persnya.

Basaria menjelaskan, uang tersebut terkait dua hal yang berbeda. Uang sebesar Rp 300 juta diduga terkait suap agar pihak DPRD mengusahakan pengalihan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota kota Mojokerto tahun 2017.

Sebelumnya, uang itu merupakan anggaran hibah pembangunan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), lalu diubah menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kota Mojokerto tahun 2017 senilai Rp 13 miliar.

“Diduga uang senilai Rp 300 juta tersebut merupakan pembayaran atas total komitmen Rp 500 juta dari Kadis PUPR kepada pimpinan DPRD,” ujar Basaria.

Sementara uang Rp 170 juta diduga terkait hal lain, yakni setoran rutin setiap triwulan. “Diduga terkait komitmen setoran triwulan yang telah disepakati sebelumnya,” kata Basaria.

Hingga akhirnya penyerahan uang itu terjaring KPK, dan enam orang di lokasi turut diamankan.

Sebagai pihak penerima, ketiga pimpinan dewan disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Wiwiet sebagai pihak pemberi suap, disangka pasal 5 ayat 1 huruf a dan atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

 

Sumber Berita KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Mojokerto : Kumparan.com

Mister

Recent Posts

Guru Non-ASN Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Nasib di 2027

Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…

3 jam ago

Ramai Alamat Rumah Jennifer Coppen tersebar, Ulah Oknum Ojol

Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…

3 jam ago

Indra Bruggman Sukses jadi Pengusaha, mau Pensiun dari Aktor?

Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…

1 hari ago

2 Anabul Inul Daratista Hilang Misterius, Ternyata Ada di Lemari

2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…

1 hari ago

KPK Bongkar Dugaan Aliran Uang, Dua PNS Bea Cukai Diperiksa

KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…

1 hari ago

Alasan Raja Juli Tak Dampingi Prabowo Subianto Cek Karhutla

Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…

1 hari ago

This website uses cookies.