Medsos Donald Trump posting video AI yang menampilkan wajah Barack dan Michelle Obama
Viral video yang berdurasi 62 detik dipostingan akun media sosialnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada hari Kamis 5 Februari 2026.
Video itu dari buatan AI yang menampilkan gambar kontrobersial yang menempelkan wajah Barack dan Michelle Obama pada tubuh kera, diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight.
Postingan itu membuat banyak narasi konspirasi soal dugaan menipulasi mesin penghitung suara dalam Pilpres Amerika Serikat.
Reaksi keras datang dari politisi Demokrat dan kelompok Republik anti-Trump.
Gubernur California Gavin Newsom menilai postingan tersebut sebagai bentuk rasisme, dengan menyebut, “Perilaku menjijikan dari Presiden. Setiap Republikan harus mengecam ini.”
Akun Republicans Against Trump juga menegaskan bahwa Donald Trump telah “Melampaui batas” dengan memposting gambar tersebut.
Pihak Gedung Putih kemudian menyatakan video itu sempat diposting oleh seorang staf secara keliru dan telah dihapus setelah bertahan sekitar 12 jam.
Namun juru bicara Donald Trump, Karoline Leavit, membela postingan itu dan menyebut kemarahan publik sebagai “kepanikan palsu yang dibesar-besarkan media.”
Selanjutnya, Kontroversi ini menambah daftar panjang serangan Donald Trump terhadap Barack Obama, termasuk tuduhan pengkhianatan dan video AI sebelumnya yang menggambarkan penangkapan Obama.
Baca juga: 664 ribu ton bantuan pangan beras siap dibagikan ke 33 juta warga RI
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.