Internasional

Militer Korsel Uji Senjata Anti-Drone Berbasis Gatling Gun Modern

Militer Korsel uji senjata Anti-Drone berbasis Gatling Gun modern

Militer Korea Selatan menguji sistem senjata anti-drone menggunakan senapan Gatling untuk menembak jatuh puluhan drone sekaligus dalam sebuah uji coba pertahanan udara terbaru.

Uji coba tersebut menunjukkan keseriusan Korea Selatan dalam memperkuat kemampuan menghadapi serangan udara jarak dekat.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan drone di berbagai konflik telah meningkat tajam.

Tidak hanya dimanfaatkan untuk misi pengintaian, drone kini juga mampu membawa bahan peledak hingga melakukan serangan presisi.

Kondisi itu mendorong banyak negara, termasuk Korea Selatan, untuk mengembangkan sistem pertahanan yang lebih efektif.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back mengumumkan rencana besar-besaran untuk melatih 500.000 “prajurit drone” yang mampu mengoperasikan drone layaknya senjata pribadi.

Militer juga berencana memproduksi 110.000 drone pada tahun 2029 untuk digunakan di seluruh angkatan darat, laut, udara, dan juga marinir.

“Drone tidak boleh lagi menjadi peralatan yang hanya digunakan segelintir satuan, melainkan harus menjadi alat tempur universal,” kata Menhan.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada respons yang sangat cepat. Saat radar atau sensor mendeteksi keberadaan drone, Gatling Gun dapat langsung mengarahkan tembakan dalam hitungan detik.

Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menghadapi ancaman yang datang secara tiba-tiba.

Langkah tersebut untuk menyusul meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Kamis 25 Juni 2026 menyaksikan langsung serangkaian uji coba senjata besar, termasuk hulu ledak rudal balistik misi khusus, peluncur roket dengan jangkauan diperpanjang, dan howitzer self-propelled.

Kim menuntut militernya mengadopsi postur ofensif yang “memastikan dan destruktif” agar musuh senantiasa merasa tidak aman.

Para analis menilai peningkatan kemampuan senjata Korea Utara tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Korea Selatan.

Menhan Ahn juga menekankan perlunya respons mendesak mengingat Pyongyang menerima bantuan teknologi militer dari Rusia.

Baca juga: Rudal Flamingo Ukraina bon pabrik sistem peluncur rudal Rusia
Penguin

Recent Posts

Ceramah Habib Alwi Assegaf Diprotes, Inilah Sindiran Sekjen MUI

Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…

9 jam ago

700 BUMN Merugi di Era Prabowo, Penutupan Ditargetkan 2026

700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…

10 jam ago

Andre Taulany dan Amanda Rigby Romantis Saat Liburan di Italia

Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…

19 jam ago

Dedi Mulyadi Serukan Resolusi Jihad Anggaran di Hari Santri 2026

Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…

19 jam ago

Puan Minta Balita Jadi Prioritas Penanganan Bencana Karhutla

Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…

21 jam ago

Yusril Sebut, Korupsi Bikin Pejabat BUMN Takut Ambil Risiko

Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…

1 hari ago

This website uses cookies.