Politik

NasDem Menyindir Gerindra: Tak Pantas Ambil Keuntungan dari Rohingya

NasDem Menyindir Gerindra: Tak Pantas Ambil Keuntungan dari Rohingya

Partai NasDem menanggapi saran politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria yang mengatakan Presiden Joko Widodo seharusnya hadir langsung menemui pengungsi Rohingya di Myanmar. NasDem memandang hal itu tidak tepat dan meminta agar penderitaan Rohingya tidak dijadikan kepentingan politik.

“Masak urusan Rohingya mesti presiden yang mikirin, itu mengirim Menteri Luar Negeri. Jadi kalau komentar mengerti dulu tentang pemerintahan dan relasi antar-bangsa, mengerti dulu, jangan hanya komentar saja,” ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada detikcom, Selasa (19/9/2017).

Sekjen NasDem Johnny G Plate

Johnny memandang apa yang dilakukan Presiden kepada pengungsi Rohingya sudah tepat dan patut diapresiasi. Hal ini karena pengungsi Rohingya meninggalkan tempat tinggalnya dan membutuhkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air minum, hingga pakaian dalam waktu yang cepat.

“Justru komentar yang bilang Presiden pencitraan itu, justru kami malah balik cara berpikirnya. Yang mengomentari Presiden ini dengan memberikan kritik kepada Presiden, itu justru yang mencari citra,” kata Johnny.

Johnny memandang normal jika ada yang mencari pencitraan melalui kontestasi politik dalam negeri. “Tapi jangan gunakan rakyat yang susah ini (Rohingya), pengungsi yang susah ini, untuk mengambil keuntungan politik dalam negeri Indonesia, itu nggak pantas,” imbuhnya.

Partai Gerindra Ahmad Riza Patria

Riza juga sempat membandingkan Jokowi dengan Soeharto, yang ketika konflik Bosnia langsung hadir di lokasi. Guna menanggapinya, Johnny mengatakan perbandingan tersebut salah.

“Itu yang dia (Riza Patria) salah, yang dia nggak ngerti. Yang di Bosnia itu adalah misi perdamaian di bawah PBB. Beda, Pak Soeharto datang ke sana di bawah PBB, itu kan ada pasukan perdamaian Indonesia di sana, Pak Harto ke sana mengunjungi pasukan perdamaian yang sedang di Bosnia,” jelas Johnny.

“Yang ini kan (Rohingya) tidak ada pasukan perdamaian, belum ada. Kan tidak bisa tiba-tiba kita pergi mau jaga pasukan di sana, itu harus ada keputusan dari PBB. Ini bukan nggak tepat lagi (perbandingannya), gatal di mana garuk di mana, salah itu perbandingannya,” tambah Johnny.

Ahmad Riza Patria ingin Jokowi juga mengunjungi langsung Myanmar. Langkah mengutus Menlu RI Retno LP Marsudi untuk berdiplomasi dinilai Riza kurang tepat. Dia mencontohkan langkah yang ditempuh Presiden Soeharto saat terjadi konflik di Bosnia.

“Mungkin ada baiknya Pak Jokowi datang ke Rohingya, jangan kirim Menlu, lain, jangan kirim Wapres (JK) ke OKI, beda, harus Presiden. Pak Harto aja berani ke medan perang loh, kalau ke Myanmar tuh bukan medan perang itu, bukan pertempuran itu, itu pembasmian, datang,” tegas Riza di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/9).

 

Sumber Berita NasDem Menyindir Gerindra: Tak Pantas Ambil Keuntungan dari Rohingya : Detik.com

Mister

Recent Posts

Rebecca Effort ke Belgia Demi Beri Kejutan Spesial Ultah Jennifer

Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…

12 jam ago

Eks Dirut KBS Resmi jadi Tersangka Kasus Korupsi Pakan Fiktif

Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…

14 jam ago

Puan Ketuk Palu, RUU Surga Investasi PFII Resmi Sebagai UU

Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…

16 jam ago

Gerindra Nilai Hotman Tak Etis Seret Prabowo ke Ranah Hukum

Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…

17 jam ago

Nanik S Mundur dari Kepala BGN, demi Pemulihan Kesehatannya

Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…

1 hari ago

Yudi Purnomo Bongkar Kecurigaan soal Fasilitas Khusus Hotman

Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…

1 hari ago

This website uses cookies.