Nasional

Novel Sebut Perintah Jokowi Ungkap Tuntas Teror KPK Tak Dilakukan

Novel Sebut Perintah Jokowi Ungkap Tuntas Teror KPK Tak Dilakukan

Kecewa. Itulah yang dirasa Novel Baswedan ketika bicara tentang deretan teror yang selama ini ditujukan kepada lembaganya, Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebagai penyidik senior KPK yang kerap menangani kasus-kasus besar dan sensitif, Novel tentu sedikit banyak tahu seluk-beluk di balik semua itu.

“Saya tak ingin berspekulasi pada kasus tertentu. Tapi bahwa teror-teror serupa terjadi pada beberapa kasus, itu betul, fakta,” ujar Novel dalam wawancara eksklusif bersama wartawan kumparan, M. Rizki dan Ikhwanul Khabibi, di Singapura, Minggu (30/7).

Ia pun mengatakan tak ingin berspekulasi soal aksi teror terakhir yang kebetulan menimpanya, dan menyebabkan matanya rusak akibat terkena siraman air keras.

“Tapi saya ingin menggarisbawahi, bahwa Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi sudah memerintahkan (teror ke KPK) untuk diungkap tuntas, dan ternyata perintah tersebut tidak segera dilaksanakan sampai sekarang,” kata Novel.

Presiden, ujar Novel, mesti melihat persoalan teror terhadap KPK dengan serius, dan karenanya harus membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk menyetop teror tersebut.

“Saya berharap pengungkapan hal itu dilakukan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta. Bagi saya, TGPF perlu dibentuk karena negara tidak boleh membiarkan teror berlarut-larut dan pelaku teror semena-mena,” kata Novel.

Novel Baswedan bersama kumparan.

Perlunya tim pencari fakta sebelumnya juga pernah digaungkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar.

“Presiden harus lawan teroris penyerang Novel dengan membentuk Tim Pencari Fakta. Kasus ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Presiden Joko Widodo harus secara serius memimpin langsung agenda pemberantasan korupsi ini,” ujar Dahnil.

Kasus penyerangan terhadap Novel, kata Dahnil, jelas bukan ditujukan kepada pribadi, tapi lembaga–untuk upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.

“Jelas, kasus ini bukan ordinary crime, tetapi extraordinary crime yang diduga melibatkan banyak pihak. Jangan biarkan hukum dijadikan alat untuk melakukan teror terhadap upaya kebaikan di negeri ini,” kata Dahnil.

Hari ini, Senin (31/7), Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadap Presiden Jokowi untuk menjelaskan perkembangan kasus teror terhadap Novel.

“Besok Kapolri mau menghadap,” kata Jokowi saat berkunjung ke perayaan Lebaran Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, kemarin.

Pada hari yang sama, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin menyatakan penyidik gabungan KPK dan Polri, serta tim semi-independen, sudah dibentuk untuk menyelidiki teror yang ditujukan kepada KPK, termasuk Novel.

 

Baca juga : Isu Jendral Polisi Terlibat Kasus Novel, Wakapolri: Tidak ada itu, belum ada

 

 

Sumber berita Novel Sebut Perintah Jokowi Ungkap Tuntas Teror KPK Tak Dilakukan : kumparan

Mister

Recent Posts

KDM Hentikan Proyek Besar Data Center AI Jatiluhur, Kenapa?

KDM hentikan proyek besar daya center Ai Jatiluhur, kenapa? Pembangunan data center kecerdasan buatan (AI)…

6 jam ago

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres, Begini Pesan Prabowo

Rocky Gerung resmi jadi Wantimpres, begini pesan Prabowo Rocky Gerung kini resmi menjadi bagian dari…

6 jam ago

Lolos Final, Justin Hubner Sebut Shin Tae-yong & John Herdman

Lolos final, Justin Hubner sebut Shin Tae-yong & John Herdman Langkah Timnas Indonesia menuju partai…

17 jam ago

Daftar Lengkap Anggota Wantimpres yang Baru Dilantik Prabowo

Daftar lengkap anggota Wantimpres yang baru dilantik Prabowo Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk jajaran baru…

19 jam ago

Garuda Resmi Melawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda resmi melawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia berhasil mencatatkan pencapaian…

1 hari ago

Erick Thohir Ungkap Bangga Usai Timnas Indonesia Lolos ke Final

Urick Thohir ungkap bangga usai Timnas Indonesia lolos ke final Erick Thohir langsung memberikan respons…

1 hari ago

This website uses cookies.