Brenton Tarrant, yang didakwa melakukan pembunuhan terkait dengan serangan di masjid, dibawa ke ruang sidang di Pengadilan Christchurch, Selandia Baru.
Pelaku Penembakan Christchurch Terancam Penjara Isolasi Seumur Hidup
Nyawa pelaku penembakan dua masjid di Christchurch akan terancam di penjara karena kejahatannya dan paham supremasi kulit putih yang dianutnya. Karena itu, diduga kuat selnya akan diisolasi dari tahanan lainnya.
Pengadilan atas Brendon Tarrant yang membunuh 50 orang di dua masjid masih berlangsung. Selandia Baru memang tidak punya hukuman mati, namun dakwaan pembunuhan berencana terhadap Tarrant akan membuat dia tidak akan pernah lagi menghirup udara bebas.
“Dia akan sangat dibenci di penjara karena 80 persen napi adalah Maori atau Pasifika (orang Pasifik) dan dia adalah supremasi kulit putih,” kata Greg Newbold, profesor kriminologi di Canterbury University kepada AFP, Rabu (20/3).
“Dia tidak akan punya teman, bahkan pria kulit putih sekali pun,” lanjut Newbold yang pernah dipenjara lima tahun karena narkoba sebelum bertaubat dan menempuh pendidikan tinggi.
Pengacara kriminal Selandia Baru Simon Cullen kepada AFP mengatakan Tarrant akan memecahkan rekor vonis terlama di penjara Selandia Baru. Dia akan divonis seumur hidup tanpa ada kesempatan bebas dengan jaminan.
Belum masuk penjara saja, ancaman telah berdatangan untuk Tarrant. Di antaranya dari geng motor Selandia Baru yang mengatakan “punya kawan di dalam”, mengindikasikan mereka akan menyerang Tarrant jika ada kesempatan.
Ancaman ini bukan isapan jempol. Newbold mengatakan ketika dia dipenjara pada 1979 ada seorang napi yang dibunuh dengan disayat lehernya karena kejahatannya, yaitu memperkosa dan membunuh seorang gadis.
Newbold mengatakan, Tarrant akan menghabiskan setidaknya lima atau 10 tahun pertama di sel isolasi, sendirian tanpa ada napi lainnya.
“Banyak orang di penjara yang akan mengincarnya (Tarrant). Dia akan berada di kondisi pemisahan yang ketat,” kata Newbold.
Satu-satunya penjara dengan keamanan maksimum di Selandia adalah Penjara Auckland di Paremoremo. Di penjara ini, napi menempati sel 9 meter persegi dengan pantauan CCTV di semua sisi, bahkan di kamar mandi.
Pejabat Selandia Baru mengatakan Tarrant akan mendapat pengawasan 24 jam tanpa akses membaca koran, menonton televisi, atau media lainnya. Dia akan mendapat jadwal olah raga khusus sendirian, untuk keamanan.
Tarrant saat ini dipenjara di luar Christchurch menunggu pengadilan berikutnya pada 5 April mendatang.
Baca juga : Brenton Tarrant Tersangka Atas Teror 36 Menit di 2 Masjid Selandia Baru
Sumber berita Pelaku Penembakan Christchurch Terancam Penjara Isolasi Seumur Hidup : kumparan
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.