Penghina Jokowi dan Kapolri ini Dapat Vonis Bui 18 Bulan Penjara
Pengadilan Negeri Medan menghukum MFB 18 bulan penjara. Pemuda 18 tahun itu dianggap bersalah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Ekonomi karena menghina Presiden Joko Widodo melalui media sosial Facebook.
Hakim juga menghukum MFB untuk membayar denda sebesar Rp 10 juta. “Jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan penjara selama satu bulan,” sebut putusan hakim Pengadilan Negeri Medan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (16/1).
Putusan hakim kepada MFB lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam sidang yang berlangsung pada Rabu (3/1), jaksa meminta MFB dihukum dua tahun penjara.
Setelah mendengarkan putusan hakim, MFB menyatakan tidak mengajukan banding. Dia menerima putusan hakim.
MFB ditangkap polisi pada Agustus 2017 setelah mengunggah tulisan bernada hinaan kepada Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Saat beraksi dia menggunakan akun bernama Ringgo Abdillah.
Kapolres Medan saat MFB ditangkap, Kombes Sandi Nugroho, mengatakan pola kerja MFB saat menyebarkan kebencian serupa dengan Saracen, kelompok penyebar hoaks.
“Yang jelas adalah polanya Ringgo sama dengan polanya Saracen, dia juga menggunakan KTP palsu, jadi KTP yang sudah diedit. Sehingga itu bisa dipublikasikan untuk bisa melakukan penistaan terhadap orang maupun untuk mengadu domba dengan kelompok-kelompok lain,” ungkap Sandi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Saat diperiksa polisi, MFB diketahui mengelola 30 akun Facebook yang menyebarkan kebencian dan hinaan untuk Joko Widodo. Kepada polisi, pemuda putus sekolah ini mengaku sudah mengelola akun itu sejak 2012.
Baca juga : Penghina Jokowi dan Kapolri di Facebook Ketangkap Polisi
Sumber berita Penghina Jokowi dan Kapolri ini Dapat Vonis Bui 18 Bulan Penjara : kumparan.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.