Pimpinan BNPB diganti, Prabowo tunjuk Letjen Kristimei Sianturi
Presiden Prabowo Subianto mengganti posisi pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Letjen Suharyanto diberhentikan dari jabatan Kepala BNPB, sementara posisi tersebut kini dipercayakan kepada Letjen Kristomei Sianturi.
Pelantikan Kristomei digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 15 Oktober. Pergantian pejabat ini ditandai dengan pembacaan keputusan pengangkatan yang disampaikan dalam rangkaian acara resmi kenegaraan.
Dalam prosesi tersebut, pembawa acara menyampaikan bahwa Kristomei ditetapkan sebagai pimpinan baru BNPB.
“Mengangkat Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB,” demikian bunyi pernyataan yang dibacakan saat pelantikan.
Pengangkatan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113P Tahun 2026.
Aturan itu menjadi dasar hukum bagi pemberhentian Kepala BNPB sebelumnya sekaligus penunjukan pejabat yang akan melanjutkan kepemimpinan lembaga tersebut.
Setelah pembacaan keputusan, Kristomei mengikuti pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Prabowo.
Ia mengucapkan sumpah sesuai agama dan kepercayaannya sebagai bagian dari tahapan pelantikan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan buku acara, tahapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian administrasi resmi setelah Kristomei diangkat sebagai Kepala BNPB.
Sebelum menduduki jabatan barunya, Kristomei diketahui menjabat sebagai Pangdam Radin Inten.
Sekarang, ia mendapat tanggung jawab untuk memimpin BNPB, lembaga pemerintah yang berperan dalam mengoordinasikan penanganan bencana di Indonesia.
Pergantian ini menandai berakhirnya masa jabatan Suharyanto sebagai Kepala BNPB.
Walaupun begitu, informasi mengenai alasan pergantian maupun evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah Kristomei dalam menjalankan tugas barunya.
Penguatan kesiapsiagaan, koordinasi antarlembaga, serta respons terhadap bencana menjadi sejumlah aspek penting yang akan menyertai tanggung jawabnya memimpin BNPB.
Atasi Karhutla dengan bantuan asing, Indonesia dinilai positif Keterlibatan negara lain dalam penanganan kebakaran hutan…
Adik eks Kepala BNPB alirkan dana bencana Rp148 M ke saham Kasus dugaan korupsi pengadaan…
Nikita Mirzani ungkap yang dirasakan saat filmnya rilis Bioskop Film Beautiful Pain menjadi salah satu…
Emas dan aset digital, ini deretan barang bukti di kasus BNPB Kasus dugaan korupsi di…
Indonesia tuam rumah WCCE 2026, perkuat Ekonomi Kreatif Dunia Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia…
Polda ingatkan bahaya QRIS viral yang diduga terkait judol embayaran digital melalui QRIS menawarkan kemudahan…
This website uses cookies.