Politik

Polemik Reklamasi Jadi Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah

Polemik Reklamasi Jadi Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Kebijakan Publik, Danang Girindrawardana, mengatakan polemik proyek reklamasi sesungguhnya adalah konflik antara pemerintah pusat dan daerah dan tidak ada hubungan konflik dengan pihak pengusaha.

“Berbahayanya adalah polemik atau konflik, menurut kami ini adalah konflik di internal pemerintah sendiri. Baik antara pemerintah pusat dengan Pemda DKI, dan antara menteri lama dengan menteri baru, atau antar kementerian saat ini,” kata Danang di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/5).

Ia menyesalkan adanya konflik internal dalam pemerintahan. Danang malah menyebut pengusaha justru yang menjadi korban utama dari konflik itu karena tidak adanya kepastian hukum bagi kepentingan bisnis mereka.

Tim Sinkronisasi Anies-Sandi.

“Itu kan konflik internal, dispute di antara mereka sendiri dan yang menjadi korban adalah kalangan dunia usaha gitu lho. Kita menjadi tidak berkepastian, kita menjadi tidak dilindungi oleh negara karena negara sibuk dengan urusan konflik antara mereka sendiri,” jelas Danang.

“Intinya adalah kami menyesalkan dispute atau perselisihan antara pemerintah sendiri yang mengakibatkan kalangan dunia usaha menjadi korban bullying. Kita menjadi korban bullying, jelas,” tambahnya.

Danang menyebut pengusaha yang terlibat dalam reklamasi berharap agar segera ada keputusan persoalan reklamasi. Karena menyangkut kepentingan bisnis puluhan tahun mereka.

Bisnis investasi disebut Danang memiliki jangka waktu yang berbeda dengan masa pergantian pemerintahan. Masa pergantian pemerintahan lima tahun sekali, sementara investasi sekitar 20 sampai 30 tahun yang akan datang.

Untuk itu ia berharap kebijakan yang diambil akan dapat berlaku dalam jangka waktu yang panjang untuk menguntungkan kepentingan pengusaha.

“Jadi tidak boleh setiap tingkatan atau setiap pergantian pemerintahan mengubah kebijakan dengan serta merta, enggak boleh, itu berbahaya buat dunia investasi,” kata Danang.

Anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi Marco Kusumawijaya

Sementara itu, tim sinkronisasi Anies-Sandi membantah adanya konflik internal antara pemerintah pusat dan daerah. Ia justru menyindir pengusaha karena telah melakukan pelanggaran hukum.

“Saya rasa tidak benar juga kalau ada pertentangan antara pemerintah pusat dan daerah. Yang jelas ada pembagian wewenang antara pusat dan daerah,” kata anggota tim sinkronisasi Marco Kusumawijaya.

Marco menegaskan, pengusaha semestinya tidak menjual proyek yang belum memenuhi semua persayaratan hukum yang berlaku.

“Saya rasa semestinya pengusaha tahu kalau belum memenuhi syarat ya jangan menjual barangnya. Ini adalah kasus pulau reklamasi kita tahu bangunannya tidak ada IMB, tidak punya amdal, tidak punya perda zonasi, jadi barang itu ilegal dan tidak boleh dijual,” tegas Marco.

Sumber Berita Polemik Reklamasi Jadi Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah : Kumparan.com

Mister

Recent Posts

Guru Non-ASN Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Nasib di 2027

Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…

1 jam ago

Ramai Alamat Rumah Jennifer Coppen tersebar, Ulah Oknum Ojol

Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…

1 jam ago

Indra Bruggman Sukses jadi Pengusaha, mau Pensiun dari Aktor?

Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…

23 jam ago

2 Anabul Inul Daratista Hilang Misterius, Ternyata Ada di Lemari

2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…

23 jam ago

KPK Bongkar Dugaan Aliran Uang, Dua PNS Bea Cukai Diperiksa

KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…

1 hari ago

Alasan Raja Juli Tak Dampingi Prabowo Subianto Cek Karhutla

Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…

1 hari ago

This website uses cookies.