Polisi Bubarkan Demo Tolak Reklamasi di Balai Kota DKI, Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB usai melaksanakan salat Jumat. Mereka menuntut agar pemerintah provinsi DKI Jakarta menghentikan reklamasi yang dinilai tidak pro rakyat.
Sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya kumpulan BEM se-DKI Jakarta hari ini menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/4)
Mereka mengeluarkan boneka berbentuk pocong sebagai simbol keadilan pemerintah yang telah mati.
Namun, hingga sore hari para mahasiswa tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Pemprov DKI sehingga mereka mulai geram.
Hingga pukul 17.57 sekumpulan mahasiswa tersebut belum menandakan tanda-tanda akan membubarkan diri. Mereka masih berteriak-teriak di depan gedung Balai Kota.
“Pemprov sudah mati, ucapkan inalillahi secara bersama-sama,” teriak sang orator dari atas mobil komando.
Polisi yang berjaga tampak sudah melakukan negosiasi untuk segera membubarkan massa karena menurut aturan undang-undang aksi menyampaikan aspirasi dibatasi sampai pukul 18.00 WIB.
Akan tetapi, sampai pukul 18.05 WIB para mahasiswa masih melakukan orasi. Kemudian sekitar pukul 18.13 WIB terjadi insiden saling dorong mendorong antara mahasiswa dengan polisi.
“Kami akan datang lagi tanggal 12 April nanti,” ujar salah satu mahasiswa.
Kericuhan tak berlangsung lama, suasana ricuh berhasil diatasi dan mereka pun mengatakan akan segera membubarkan diri.
Sumber Berita Polisi Bubarkan Demo Tolak Reklamasi di Balai Kota DKI : Merdeka.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.