Polisi Panggil Dokter Ani Hasibuan yang Soroti Kematian Petugas KPPS
Polda Metro Jaya melayangkan surat pemanggilan kepada seorang dokter saraf bernama Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan.
Pemanggilan ini terkait adanya laporan dugaan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan menyiarkan hoaks yang membuat keonaran di masyarakat terkait meninggalnya petugas KPPS.
Surat pemanggilan dilayangkan pada Rabu (15/5) dengan nomor S.Pgl/1158/V/RES.2.5./.2019/Dit Reskrimsus. Sementara Ani Hasibuan diharapkan kehadirannya pada Jumat (17/5) di Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan pemanggilan ini.
“Iya betul (besok) diperiksa,” ujar Argo saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).
Dalam surat pemanggilan itu dijelaskan laporan terhadap Ani Hasibuan berdasarkan berita di situs tamshnews.com yang terbit pada 12 Mei lalu. Situs itu memuat tentang pernyataan Ani Hasibuan saat menjadi pembicara di acara ‘Catatan Demokrasi Kita’ tvOne beberapa waktu lalu tentang dugaan meninggalnya ratusan petugas KPPS.
Ani Hasibuan menyebut meninggalnya ratusan petugas KPPS sebagai bencana pembantaian pemilu.
“Saya sebagai dokter sudah merasa lucu ini bencana pembantaian atau pemilu gitu ya, kok banyak amat yang meninggal gitu ya? Orang pemilu itu kan happy happy, dapat pemimpin baru atau bagaimana kah. tapi nyatanya banyak yang meninggal,” ungkap Ani Hasibuan dikutip dari acara ‘Catatan Demokrasi Kita’ tvOne.
Ani Hasibuan mengaku sedang melakukan investigasi terkait meninggalnya ratusan petugas KPPS. Ia mengaku selama menjadi dokter tak pernah menemukan orang meninggal hanya karena kelelahan.
“Kematian karena kelelahan saya belum pernah ketemu, saya ini sudah 22 tahun jadi dokter belum pernah saya ketemu ada COD, cause of dead orang karena kelelahan kalau dia ada jantung di awal oke, kemudian dia bekerja diforsir kemudian sakit jantungnya terpicu dia meninggal karena jantungnya dong bukan karena kelelahannya gitu,” jelasnya.
Ani Hasibuan juga sempat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senin (6/5), untuk membahas investigasi yang dilakukannya. Menurutnya, tidak masuk akal jika anggota KPPS yang meninggal semuanya karena alasan kelelahan.
“Karena kalau saya lihat meninggalnya ada yang ukurannya (umur) 27 tahun, ada yang 43 tahun yang secara statistik itu belum umur meninggal. Semua pasti meninggal tapi umur 43, 27 (tahun) kalau alasannya kelelahan, saya sebagai dokter (berpikir) ah masa,” kata Ani Hasibuan.
Baca juga: Jejak Digital Pose 2 Jari, dr Ani Hasibuan Ngaku Independen Usut Penyebab KPPS Meninggal
Sumber Berita Polisi Panggil Dokter Ani Hasibuan yang Soroti Kematian Petugas KPPS: Kumparan.com
Purbaya beri pesan penting buat Pemda sebelum kena Reshuffle Beberapa jam sebelum posisinya sebagai Menteri…
Profil Yudo Sadewa, Anak Purbaya viral usai ayahnya dipecat Nama Yudo Sadewa ikut ramai setelah…
Intip kekayaan Suahasil Nazara, Menkeu baru pengganti Purbaya Suahasil Nazara resmi dipercaya mengemban jabatan Menteri…
Reaksi anak Purbaya usai ayahnya dicopot, ini kata Yudo Sadewa Kabar pergantian Menteri Keuangan Purbaya…
Jadwa; Hyundai Hillstate & Megawati Hangsetri, KOVO Cup 2026 Megawati Hangestri bakal menjalani tantangan baru…
Betrand Peto angkat bicara soal pelecehan, Onyo jaga nama ortu Betrand Peto akhirnya memberikan pernyataan…
This website uses cookies.